Anggota Komisi E DPRD Jabar, Didin Supriadin : Disdik Jabar Ajukan 3.000 Bukan 6.000 RKB Seperti yang Diwacanakan Gubernur

25 Februari 2011 / 21:01 Dibaca sebanyak: 396 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Tiga perguruan tinggi diantaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) akan mendapat bantuan pengadaan bus kampus seharga Rp. 1 Milyar perunitnya dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kucuran dana hibah sebesar Rp. 3 Milyar bagi ke tiga kampus tersebut tertuang penganggarannya dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) APBD TA 2011. Sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapat dana sebesar Rp 4,8 miliar dalam bentuk bantuan sosial untuk beasiswa satu siklus lanjutan untuk 96 orang, yang tiap orang mendapat jatah Rp 50 juta.
Dikatakan Anggota Komisi E DPRD Jabar, Didin Supriadin, dana tersebut hanyalah sebagian dari Rp 16,7 miliar dana yang dianggarkan Disdik Jabar untuk program pendidikan menengah dan tinggi. Lebih jauh dijelaskannya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Paguyuban Pasundan yang mendapat porsi hibah terbesar yaitu Rp 6 miliar. Lalu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jabar pun mendapat hibah sebesar Rp 2 miliar.
Empat komite Sekolah Menengah Kejuruan di Jabar juga memperoleh dana hibah masing-masing Rp 200 juta. Ke empat SMK itu ialah SMK Pertanian Tanjungsari Sumedang, SMK Pertanian Gegerkalong Kab. Bandung Barat (KBB), SMK Peternakan Cikole (KBB), dan SMK PU Prov. Jabar. Sisanya ialah UNICOM yang mendapat kucuran hibah sebesar Rp 100 juta.
“Sebagian besar yaitu Rp 11,9 miliar dalam bentuk hibah dan sisanya Rp 4,8 miliar dalam bentuk bansos (untuk ITB),” katanya kepada wartawan di Gedung DPRD Jabar, Kamis (24/2) siang.
Adalah Dalam DPA APBD TA 2011 itu, Disdik Jabar hanya mengajukan 3.000 ruang kelas baru (RKB). Artinya, hanya setengah dari target RKB yang sebelumnya ramai diwacanakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, yakni 6.000 RKB. Bahkan, sambung Didin, kondisi itu sudah diprediksi sebelumnya oleh komisi. Dirinya menilai, soal target 6.000 RKB yang diajukan alokasi tambahan pada perubahan APBD 2011, sangat tidak mungkin dilakukan sebab hal tersebut tidak akan selesai di akhir tahun 2011.
Untuk itu, DPRD menyayangkan pernyataan gubernur yang sudah menginformasikan kepada publik tentang rencana pembangunan RKB tahun 2011 sebanyak 6.000 unit. Sebab, lanjut Didin, kenyataannya RKB yang akan dibangun hanya 3.000 unit saja.
Selain itu, Didin juga meragukan besaran dana yang diajukan Disdik Jabar hampir Rp 300 miliar. Hal itu, lanjutnya, berdasarkan perhitungan DPA Disdik Jabar tahun anggaran 2011. Dalam DPA itu tertulis, 3.000 RKB yang akan dibangun terbagi dari 1.000 RKB untuk SMP, 1.000 RKB untuk SMK, dan 1.000 RKB untuk SMA. Dipaparkannya, untuk SMP, satu RKB memerlukan dana Rp 95 juta. Sementara untuk SMK dan SMA, satu RKB dialokasikan sebesar Rp 85 juta. Total untuk 3.000 RKB mencapai Rp 265 miliar.
“Tidak mungkin dana sebesar itu disetujui dalam perubahan anggaran karena akan mempengaruhi program-program lainnya. Dan belum pernah ada ajuan anggaran sebesar itu yang disetujui pada perubahan anggaran untuk sebuah program,” ujarnya. (Zaen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.