Dana Hibah Bagi RT-RW Rp 10. Milyar Lebih

28 Juli 2011 / 07:08 Dibaca sebanyak: 620 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peran serta dan kinerja Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Pemerintah Kota (pemkot) Bandung menyerahkan dana hibah kepada para ketua RT dan RW Se-Kota Bandung. Penyerahan dana hibah tersebut dilakukan di Kantor Kecamatan Gede Bage, oleh Walikota Bandung Dada Rosada, didampingi oleh Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, dan Ketua Forum RW Kota Bandung Tato Sutamto, Rabu (27/7).

Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Umum Kota Bandung Medi Mahendara, penyerahan Hibah tersebut diberikan kepada 1.560 RW dan 9.677 RT yang tersebar di 30 Kecamatan dan 151 Kelurahan.

Untuk tahun 2011, dijelaskannya, masing masing Ketua RT mendapatkan dana hibah sebesar Rp. 900.000 naik dari tahun sebelumnya yang mendapatkan Rp. 500.000 sedangkan RW sebesar Rp. 1.200.000,- naik dari sebelumnya Rp. 700.000.

Alhamdulillah, untuk tahun ini setiap RT dan RW mendapatkan kenaikan dari tahun sebelumnya, sehingga untuk tahun 2011 total anggaran untuk dana hibah ini sebesar Rp. 10.581.300.000,-.,” ujar Medi Mahendra.

Dana tersebut, selanjutnya menurut Medi akan disampaikan melalui para kuasa penerima hibah yang selanjutnya diserahkan langsung kepada para ketua RT/RW yang berhak menerimanya.

Sementara itu dikatakan Walikota Bandung, penyerahan dana hibah bagi RT dan RW bisa dikatakan sebagai stimulus untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi, meski mungkin nilainya tidak berbanding lurus dengan kebutuhan operasional sehari-hari.

“Bagaimanapun juga hibah ini merupakan bentuk perhatian atas peran RT dan RW sebagai mitra pemerintah yang sangat strategis, terutama dalam kapasitas sebagai motor penggerak masyarakat untuk berinisiatif dan berpartisifatif aktif dalam pembangunan,” ujar Dada.

Dada juga mengatakan sebenarnya tugas RT dan RW cenderung bersifat sosial karena bekerja nyaris tanpa mengenal waktu, tanpa imbalan dan pada umumnya dengan fasilitas terbatas.

“Namun saya merasa bangga, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat para ketua RT dan RW untuk mendarmabaktikan sebagian waktu, tenaga dan pemikiran demi kepentingan daerah, sehingga sudah selayaknya jika saya pun mengapresiasinya anggaran khusus untuk menopang tugas-tugas RT dan RW,” Jelas Dada. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.