Dinilai Tidak Berikan Deviden Maksimal, DPRD Jabar Panggil Direksi PD Jawi

28 Juli 2011 / 07:03 Dibaca sebanyak: 512 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- PD Jawi dianggap tidak memberi deviden ke kas daerah secara maksimal atau stagnan. Padahal aset yang dimilikinya cukup banyak. Untuk mempertanyakan hal tersebut,  DPRD Jabar akan memanggil Direksi Perusahaan Daerah Jasa Kepariwisataan (PD Jawi) Jabar.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Rabu (27/7). Dirinya menilai, BUMD Jabar sekarang sudah banyak kemajuan setelah dibentuknya Pansus BUMD. Dari BUMD yang ada hanya PD Jawi yang stagnan.

“Mengapa hal ini terjadi, sementara yang lainnya mengalami peningkatan. Untuk itu, besok (hari ini, red) kita akan memanggil PD Jawi untuk menjelaskan masalah ini,” katanya. Seraya memaparkan, aset-aset milik PD Jawi cukup banyak, seperti hotel dan bioskop-bioskop yang ada di kabupaten/kota.

Dirinya merasa heran deviden yang disetorkan PD Jawi stagnan, sebab, menurutnya hal itu harusnya meningkat. Menurutnya, setelah ada Pansus BUMN deviden yang diberikan ke kas daerah dari seluruh BUMD sekitar Rp 300 miliar.

“Deviden ini cukup banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan 10-15 tahun ke depan deviden dari seluruh BUMD mencapai 1 triliun lebih atau 10 persen dari total APBD,” katanya. Diakuinya, selama ini, BUMD yang memberikan deviden lebih besar adalah Bank Jabar Banten (BJB). (Dud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.