DPRD Desak Pusat Kesejahteraan Sosial Direalisasikan

8 Juli 2011 / 07:01 Dibaca sebanyak: 505 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Komisi D DPRD Kota Bandung mendesak agar pembangunan pusat kesejahteraan sosial (puskesos) di Rancacili, Kecamatan Rancasari segera direalisasikan. Pasalnya, panti rehabilitasi ini merupakan solusi terbaik mengatasi anak jalanan dan gepeng, karena penertiban tidak akan memecahkan masalah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Ahmad Nugraha, di Jln. Aceh belum lama ini. Masalah anak jalanan, gepeng, dan lainnya bisa diatasi bila Kota Bandung memiliki panti rehabilitasi. Di tempat inilah, anak jalanan bisa dibina dan dikembalikan ke daerah asalnya dan berkarya setelah mendapatkan pelatihan.

Lebih lanjut dikatakannya, agar pemkot secepatnya menetapkan lokasi puskesos agar batas-batasnya jelas,imbuhnya seraya mengatakan setelah ada penetapan, maka proses pembangunan pun bisa dilakukan. Meski diakuinya, anggaran pembangunan ini dialokasi secara bertahap dalam APBD. “Dari segi anggaran, kami harap ada perhatian dari pusat,” terangnya.

Namun, Ahmad mengakui pusat tak merespons permintaan dari Kota Bandung. Sebab berdasarkan aturan, bantuan tidak bisa dikeluarkan. Meski demikian, pembangunan puskesos ini akan tetap berjalan.

“Ini adalah cara memanusiakan manusia dan supaya Bandung aman dan nyaman dari permasalahan sosial,” tuturnya. Seraya diakui Ahmad, sebelum adanya panti rehabilitasi atau puskesos maka masalah sosial seperti anak jalanan hanya bisa dilakukan dengan cara penertiban. Walau demikian, penertiban ini tidak akan memberikan solusi terbaik. Sebab, tetap saja anak jalanan atau gepeng kembali lagi ke Bandung.

Apalagi, tambah Ahmad, menjelang bulan Puasa, jumlah anak jalanan dan gepeng di Kota Bandung mulai bertambah. Sebab, mereka melihat Bandung sebagai kota metropolitan menjadi sasaran untuk mencari nafkah melalui cara mengemis atau mengamen. Pemerintah sebenarnya bukan tak melakukan action, penertiban seringkali dilakukan. Tapi memang ada kesulitan yang dihadapi, karena dari penertiban ini hanya beberapa saja yang dibina akibat adanya keterbatasan tempat pembinaan. (Herdi/Husein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.