Kuantitas Koperasi di Kota Bandung Menunjukkan Peningkatan

25 Juli 2011 / 14:00 Dibaca sebanyak: 580 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Koperasi merupakan soko guru perekonomian masyarakat Indonesia biasanya memiliki tiga persoalan mendasar yang dihadapinya yaitu, citra sebagai golongan ekonomi lemah, kontribusi nominal yang masih rendah dibanding badan usaha swasta, serta belum meratanya kesadaran bergotong royong di bidang ekonomi.

Hal tersebut dikemukakan oleh Walikota Bandung Dada Rosada dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, pada peringatan HUT Koperasi ke-64 tingkat Kota Bandung di lapang Tegallega, Senin (25/7). Hadir dalam kesempatan tersebut ketua Dekopinda Kota Bandung Usep Sumarno, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, dan sejumlah pejabat publik Kota Bandung.

Lebih lanjut dikatakan Walikota dalam sambutannya, kegiatan Koperasi sering terkendala terbatasnya partisipasi anggota terhadap modal sendiri, ketiadaan agunan untuk mengakses permodalan ke perbankan, serta kesulitan menyikapi peluang usaha pengadaan barang dan jasa.

“Terhadap kenyataan tersebut, saya akan terus mengupayakan peningkatan kemampuan manajemen koperasi melalui berbagai diklat, mediasi dengan pihak perbankan, serta mendorong realisasi program CSR BUMN, BUMD dan swasta dengan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan semua pihak,” jelasnya.

Dikatakannya juga, kualitas dan kuantitas koperasi di Kota Bandung menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dimana jumlah koperasi tahun 2008 mencapai 2.368 kemudian tahun 2009 meningkat 1,1 % atau menjadi 2.394 dan menjadi 2.431 meningkat 1,5% pada tahun 2010.

“Sedangkan dari segi asset, pada tahun 2008 baru mencapai 2,2 T, kemudian berkembang menjadi 2,45 T meningkat 11% tahun 2009 dan tahun 2010 meningkat 57,14 % atau 3,85 T. Begitu juga dari volume usaha mengalami peningkatan dari 2,6 T tahun 2008 menjadi 2,86 T pada tahun 2009, dan menjadi 3,2 T pada tahun 2010,” paparnya.

Senada dengan Dada Rosada, Wakil Walikota Bandung pun mengatakan bahwa koperasi merupakan soko guru ekonomi masyarakat yang bersifat ideologi karena berdasarkan dan bersumber gotong royong yang ada di masyarakat. Dalam peringatan tersebut juga dilaksanakan penandatangan kerjasama antara pihak perbankan dengan pelaku usaha, dan penyerahan berbagai hadiah kepada koperasi berprestasi dan pemenang berbagai lomba dalam memperingati hari koperasi. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.