Gubernur Jabar Paparkan Penerapan e-Proc

23 November 2011 / 13:30 Dibaca sebanyak: 579 kali Tulis komentar

BANDUNG, (lintasjabar.com)- Penerapan e-Procurement atau e-Proc pada pemerintahan bermanfaat untuk mendapatkan vendor lebih berkualitas, meningkatkan efisiensi, memudahkan pertanggungjawaban, monitoring dan evaluasi, serta menghindari korupsi.Kunci sukses implementasi e-Procurement adalah komitmen pimpinan dengan memberikan dukungan kebijakan atau regulasi, kelembagaan, personel, serta sarana dan prasarana.

Demikian disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam even ‘Asia and Pasific Conference on Electronic Government Procurement’ di Intercontinental Hotel Jimbaran Bali. Dalam kesempatan itu, Heryawan menyampaikan pengalaman dalam penerapan e-Procurement atau e-Proc di Jabar berjudul ‘Best Practice of Electronic Government Procurement in Indonesia’ kepada para peserta acara itu.

Menurut Heryawan,manfaat implementasi e-Proc sangat signifikan. Kunci sukses implementasi e-Procurement adalah komitmen pimpinan dengan memberikan dukungan kebijakan regulasi, kelembagaan, personel, serta sarana dan prasarana. Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan 3 kali berturut-turut sejak tahun 2009,” jelas Heryawan dalam rilisnya yang diterima redaksi lintasjabar.com.

Ditambahkannya implementasi e-Procurement merupakan salah satu agenda reformasi birokrasi yang ditetapkan sejak 2008 atau awal menjabat sebagai Gubernur Jabar.Keberhasilan itu menjadi salah satu penyebab Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia secara khusus meminta Heryawan mewakili Indonesia menyampaikan pengalaman di forum tersebut.Pada saat peresmian LPSE 1 Juli 2008, saya mencanangkan pada 2009, 75% pengadaan barang dan jasa harus menggunakan e-Proc. Proses tender secara elektronik memberikan kontribusi efisiensi anggaran,” paparnya. (Zaen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.