Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Disparbud Gelar Kegiatan Peringati BLA

27 Maret 2014 / 16:46 Dibaca sebanyak: 607 kali Tulis komentar

BANDUNG (LJ) – Bangsa yang bijak adalah bangsa yang mengenal sejarahnya.Mengenal sejarah bangsa merupakan sebuah keharusan.Dengan mempelajari catatab sejarah,kita akan lebih menghargai apa yang kita miliki sebagai bangsa.

Pendiri Republik Indonesia,Sukarno berucap “janggan lupakan sejarah”.Perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari belenggu kolonialisme dan imperialisme serta meraih dan mempertahankan kemerdekaan, tidak hanya diplomasi tetepi juga jiwa dan raga.

Demikian hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Drs.Nunung Sobari,MM.Pada peringatan peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) di Monumen Perjungan Rakyat Jawa Barat jalan Dipatiukur Bandung kemarin.

Menurutnya peristiwa heroik BLA,merupakansalah satu dari sekian banyak kepingan sejarah yang mengambarkan semangat perjuangan fisik melawan kolonialisme dan imperialisme yang terjadi di Bandung pada tanggal 24 Maret 1946,ujarnya.

Melalui momentum peringatan BLA ,kejadian bersejarah ini harus tetap di gaungkan,untuk itu Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.Menyelenggarakan berbagai kegiatan diantaranya Seminar beda buku”Saya Pilih Mengungsi” yang diikuti 150 orang.mampu menjawab berbagai macam pertanyaan sejarah berkenaan dengan peristiwa Bandung Lautan Api.

Sementara itu Kepala Balai  Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional H.Agus E.Hanafiah.

S.Sos.MAP mengatakan,sesuai dengn tupoksinya adalah melakukan,upaya pelestarian sejarah dan nilai tradisional.Bandung merupakan yang banyak menorehkan catatan sejarah perjuangan,karena Bandung  sebagai pusat kekuasaan untuk menguasai Hindia Belanda.

Mengingat peristiwa BLA adalah gambaran semangat perjuangan dan kerelaan berkorban,dari masyarakat Bandung,demi kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Semangat ini,tentu harus terus digelorakan,ditengah situasi kehidupan bernegara saat ini,yang masih banyak dibelit oleh permasalahan moralitas,termasuk penonjolan kepentingan pribadi dan golongan,kata,Agus.

Ditambahkannya selain,bedah buku,pihaknya juga menyelenggarakan pameran artefak dan foto Bandung Lautan api serta Penayangan Film Dokumenter Peristiwa Bandung Lautan api,jelas Agus seraya menagatakan pada kegiatan ini dihadirkan nara sumber, Bapak Aji Bimarsono (ketua Bandung Society Heritage Conservavation), Ibu Ummi Latifah Widodo (Penulis buku “Saya Pilih Mengungsi”). H.Soewarno D (Penyelia Buku “Saya Pilih Mengungsi) dan Bapak Dirman (Legiun Veterab Republik Indonesia Kota Bandung). (Ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.