,

DPRD Jabar Minta Pemprov Kaji Dulu Penetapan 5 Hari Sekolah

21 Agustus 2014 / 14:57 Dibaca sebanyak: 365 kali Tulis komentar

BANDUNG LJ –   DPRD Jabar meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih hati-hati dalam menetapkan suatu kebijakan, salah satunya menyangkut pengurangan waktu sekolah . Dengan memberlakukan lima hari sekolah bagi seluruh sekolah.

Selain bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, kebijakan ini pun diharapkan mampu mengurangi tingkat kemacetan. Sekretaris Komisi E DPRD Jabar Yod Mintaraga menilai, penerapan waktu sekolah menjadi lima hari tersebut harus dikaji dari berbagai aspek.

Sebab, Yod ingin kebijakan tersebut memberikan dampak yang signifikan, terutama terhadap kualitas pembelajaran siswa. “Jadi ini bukan persoalan setuju atau tidak setuju. Selain itu, keputusan yang diambil harus disesuaikan dengan kebijakan,” ujar legislator dari Partai Golakr ini di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Kamis (21/8).

Kendati begitu, Yod merujuk pada pemberlakuan lima hari kerja bagi pegawai negeri sipil. Menurut Yod, hal ini diterapkan agar para PNS memiliki waktu yang cukup untuk melepas kepenatan setelah bekerja.

“Salah satunya agar memiliki waktu untuk mengunjungi lokasi wisata. Refreshing ini memberi dampak yang baik terhadap kualitas kerja, karena mereka kan diporsir oleh pekerjaan di hari kerja, sehingga perlu penyegaran kembali agar tetap memberi kinerja yang baik,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyetujui penerapan waktu sekolah menjadi lima hari dalam sepekan. Ini seiring diberlakukannya kurikulum 2013 yang mengakibatkan jam pelajaran terasa padat.

Menurut Heryawan, pengurangan hari sekolah tersebut tidak akan mengurangi kualitas pembelajaran siswa. Sehingga, meski beban pelajaran yang diterapkan saat ini bertambah, tidak harus diikuti dengan penambahan hari sekolah.

“Mudah-mudahan cukup dengan lima hari. Kalau (sekolah) sampai Sabtu pulangnya jam 12.00, sekarang karena sampai Jumat, pulangnya jam 4 sore. Sama saja kan,” kata Heryawan di Gedung DPRD Jabar jalan Diponegoro kota Bandung.

Heryawan pun menilai, pemberlakuan kurikulum 2013 cukup efektif diterapkan di daerah-daerah. “Sampai hari ini di daerah tidak masalah,” ujarnya. (Ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017