Lebih dari 5000 Kepala Desa Ikuti Jambore Desa (Jade) 2017

12 Desember 2017 / 13:47 Dibaca sebanyak: 77 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sukses menggelar Jambore Desa (Jade) 2017 yang berlangsung di Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Senin, (11/12/ 2017). Jumlah peserta jambore yang melibatkan hampir 6.000 desa, jambore ini menjadi yang pertama sekaligus yang terbesar di Indonesia.

Kabupaten Bekasi ditetapkan menjadi tuan rumah setelah salah satu desanya, Pasirsari, masuk dalam lima besar desa terbaik seIndonesia. Sejumlah kegiatan seperti perhelatan budaya, diskusi tentang pengelolaan keuangan desa hingga ‘Ngaliwet-Day’ digelar pada Jade yang berlangsung hingga Selasa, 12 Desember 2017.

“Ini kegiatan yang patut diapresiasi, karena menjadi yang pertama secara nasional. Kegiatan ini dikemas apik melalui dialog, seminar, cerdas cermat sampai ngaliwet bareng. Sangat positif,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar didampingi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin saat membuka acara.

Dalam rilis yang diterima redaksi, tercatat 5.312 kepala desa, 645 lurah dan 250 tenaga pendamping antusias mengikuti Jade 2017 ini. Dikatakan Deddy, Jade 2017 diselenggarakan dalam upaya pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa di Jawa Barat dalam hal pengelolaan keuangan desa. Sekaligus langkah mendorong pembangunan dari daerah.

“Ini menjadi spirit membangun dari pinggirian. Desa tak bisa dianggap lagi terbelakang, hingga primitif. Desa harus menjadi pengharapan kemajuan masyarakat kedepannya. Dan Jade ini adalah jembatannya. Desa menjadi ujung tombak utama pembangunan,” ungkapnya.

Sedang Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir, SE menyambut baik perhelatan akbar bagi desa tersebut. Pasalnya, selain perdana digelar, juga diharapkan dapat memotivasi seluruh desa di Jabar untuk berkompetisi secara sehat terutama dalam pengelolaan keuangan maupun administrasi desa.

“Desa ini sebagai lingkup pemerintahan terkecil dalam tatanan kepemerintahan dan garda terdepan untuk melayani segala kebutuhan masyarakatnya,” ujar Syahrir seraya ia menambahkan, ke depannya Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai mitra kerja dari perangkat desa akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar agar pelaksanaan Jade
tersebut lebih optimal dan bermanfaat besar bagi desa di Jabar. (Ydi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.