Legislator PAN, Haerudin Ingatkan Peranan Santri Dalam Sejarah Bangsa

8 Februari 2018 / 22:24 Dibaca sebanyak: 79 kali Tulis komentar

KAB. GARUT, LJ – Meskipun Indonesia bukan negara agama, tetapi negara harus mengedepankan nilai-nilai agama dalam membangun konstruksi idiologi bangsa sebagaimana yang tercantum dalam sila ke satu dari butir pancasila.

“Sebagai negara yang bermayoritas penduduk muslim, Pancasila sendiri yang sebagai dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh agama yang tertuang dalam sila pertama yang berbunyi sila Ketuhanan yang Maha Esa,” terang anggota MPR RI, Haerudin, S.Ag., MH dihadapan ratusan jamaah serta santriwan-santriwati Ponpes Persatuan Islam (Persis) 61 Cisurupan dalam sosialisasi empat pilar, Rabu (07/2/2018).

Dalam paparannya, legislator Fraksi PAN dari Dapil Jabar XI ini menegaskan upaya memisahkan urusan agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan sikap “Tidak Pancasilais” karena ia menilai hal itu menyalahi nilai pancasila tentang Ketuhanan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut dikemukakannya, begitu pentingnya nilai agama dalam berbangsa dan bernegara, sebab masyarakat Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Selain itu, sambung Haerudin, hal tersebut akan mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Akan tumbuh dimana umat akan saling hormat menghormati walaupun berbeda agama dan keyakinan, bahkan membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap kelompok santri lebih dipersiapkan menjadi calon pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang, yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kepemimpinannya.

Haerudin menilai, kontribusi santri dalam berbagai kegiatan negara sejauh ini kurang mendapat perhatian, sehingga seiring waktu perannya seolah kabur dan hilang dari ingatan masyarakat. Padahal ditegaskannya, rekam jejak peran santri dalam sejarah merebut kemerdekaan bangsa serta sepak terjang para santri untuk kemajuan bangsa ini sudah tidak bisa terhitung berapa jumlahnya.

“Sejarah perjuangan santri dalam mempertahankan negara perlu diperkenalkan kembali sebagai satu upaya dalam menumbuh-kembangkan semangat berbangsa di kalangan santri, dan hal itu selaras dengan Keppres 22 Tahun 2015 tentang penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” pungkasnya.

Acara sosialisasi yang digagas Pengurus Ponpes tersebut selain dihadiri Ketua PC Persis Cisurupan, Ustadz Jajang, Mudir Pesantren Persis Cisurupan, Ustadz Afifudin, hadir pula tokoh masyarakat Cisurupan Anwar Maulana beserta jajaran pengurus PC PERSIS Cisurupan, asatidz, serta jamaah Persis Cisurupan.

Sebelum acara sosialisasi diakhiri dengan sesi foto bersama, santriwan dan santriwati terlebih dahulu berkesempatan berdialog langsung untuk mengemukakan pendapat ataupun sumbang saran termasuk menyampaikan aspirasinya.

Usai acara, Mudir Pesantren Persis Cisurupan, Ustadz Afifudin mengungkapkan pentingnya acara sosialisasi empat pilar bagi pengetahuan serta penambahan wawasan para santri-santrinya terlebih mengingatkan kembali peranan santri dalam membangun dan merebut kemerdekaan bangsa dari tangan penjajah. (Dent)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017