Sosok Ustadz Prawoto Guru Pecinta Agama dan Ulama yang Sholeh

2 Februari 2018 / 10:08 Dibaca sebanyak: 138 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Duka mendalam kini tengah menyelimuti keluarga besar Persatuan Islam (Persis), bagaimana tidak, meninggalnya Al Ustadz HR. Prawoto, S.E, yang juga merupakan Kepala Operasi Brigade Pimpinan Pusat Persis sungguh tidak diduga-duga dan tak disangka.

Wafatnya satu putera terbaik di Persis ini akibat mengalami penganiayaan oleh pelaku berinisial AM pada saat subuh, Kamis (1/2) hingga kemudian beliau dilarikan dan menjalani perawatan Intensif di Rumah Sakit (RS) Santosa Bandung.

Pelaku yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat, saat ini tengah di chek kondisi kesehatannya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dengan didamping dari aparat karena diduga pelaku mendapat gangguan kesehatan jiwa.

Di mata kalangan keluarga besar Persis kabar kepergian Al Ustadz Prawoto sangat memilukan dan menjadi kabar duka, selain almarhum sebagai salah satu guru terbaik juga prilakunya selama ini yang santun dan sholeh meninggalkan kesan teramat dalam.

Pada hari yang sama, almarhum dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya oleh pihak RS Santosa pada pukul 17.30 WIB  serta dibawa menuju rumah duka di jalan Burujul kediaman H. Asep untuk kemudia dimakamkan di TPU Burujul.

Di beberapa akun media sosial, baik facebook, instagram, whatsapp grup, BBM dan akun lainnya tidak sedikit pesan yang menyampaikan rasa simpatik serta dukacitanya atas kabar meninggalnya Al Ustadz Prawoto seorang guru pecinta ulama.

Selain ungkapan takziah serta dukacitanya dari Ketua Umum serta Sekretaris PP Persis, Brigade Persis Komando Pusat, keluarga besar Persis, penyampaian dukacita pun mengalir dari Pimpinan Ormas Islam lainnya.

Termasuk ungkapan belasungkawa dari anggota DPR RI, Haerudin yang pernah merasa dibesarkan dan mengecap pendidikan di Pesantren Persatuan Islam. Baginya, sosok Al Ustadz H Prawoto merupakan sosok salah seorang guru pecinta ulama yang sangat sholeh. Ia mengakui sangat tersentak kaget atas kabar duka meninggalnya H Prawoto.

“Kabar ini sangat mengagetkan bukan hanya saya pribadi tetapi kita semua. Bagi kita tentu kepergian almarhum menjadi merasa kehilangan. Semoga beliau dirahmati Allah dalam kehidupan yang abadi, tentu kita yakin beliau mati sebagai seorang syuhada,” ungkap Haerudin melalui sambungan telephone selulernya, Jumat (2/2)

Menurutnya, atas kepergian salah satu ustadz kharismatik tersebut tentu harus mengambil pelajaran serta itibar untuk meneguhkan keyakinan dan keimanan umat dalam menjaga asatidz dan ulama. Selain itu, lanjutnya, yang menjadi hikmah pelajaran dari sisi keamanan dalam negara bagi masyarakat adalah tugas negara untuk menjamin dan memberikan perlindungan serta rasa aman bagi segenap warganya.

“Demi tegaknya hukum, maka proses hukum yang adil harus ditegakkan atas peristiwa itu. Dan tentunya sebuah kewajiban bahwa tugas negara memberikan rasa aman bagi siapa pun termasuk para ustadz dan ulama,” tegasnya.

Dikatakannya, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang sebab bagi umat muslim yang mencintai agama dan negara dengan kejadian yg berulang dengan modus yang sama harus menjadi peringatan dalam meningkatkan kewaspadaan dalam hal keselamatan para ulama dan asatidz.

“Jangan sampai lengah agar kejadian ini tak terulang lagi. Terutama  para ulama para asatidz adalah bagian dari kekayaan umat yang tak ternilai harga dan kemuliaannya. Mari kita bersama-sama menjaga guru kita para ulama kita,” himbaunya.

Tak ketinggalan, Haerudin juga menyampaikan rasa dukacitanya atas kepergian almarhum, yang dalam pandangannya selain sebagai sahabat, juga sebagai guru besar. Ia pun berharap, semoga semangat juang dan semangat cinta almarhum pada  agama, ulama dan negara menjadi obor penerang dan terus hidup sepanjang  masa dan menjadi penuntun generasi-generasi yang sholeh.

Sebelumnya, pada pekan lalu, penganiayaan terhadap ulama terjadi dan menimpa pimpinan pondok pesantren Al Hidayah (Santiong), Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kiai Umar Basri. Dirinya dianiaya usai shalat Subuh. Aksi pemukulan yang belakangan disebut dilakukan oleh seorang yang tidak waras ini terjadi di Ponpes. Pelaku sudah diamankan aparat kepolisian. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017