Disdik Jabar Berencana Lakukan Pengubahan Nama dan Urutan SMA Sederajat Serentak Pada Juli 2018

23 Mei 2018 / 17:19 Dibaca sebanyak: 50 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Dinas Pendidikan Jawa Barat akan melakukan pengubahan nama dan urutan SMA sederajat secara serentak pada Juli 2018. Nama dan urutan baru disesuaikan dengan tahun pendirian sekolah masing-masing.

Beberapa waktu lalu pihak Disdik Jabar telah melaunching program perubahan nama dan nomor urut sekolah SMA/SMK berdasarkan tanggal pendirian sekolah. Perubahan ini baru akan direalisasikan pada Juli 2018 mendatang atau tahun ajaran baru 2018-2019.

Menurut Kepala Disdik Jabar Ahmad Hadadi urutan nama sekolah baru nantinya berdasarkan tahun pendirian sekolah. Misalnya SMA 1 tentunya tahun pendiriannya lebih dulu dibanding SMA 2, dan begitu seterusnya.

“Kami serentak di Jabar penamaan sekolah akan diubah diurut lagi. Jadi (pengubahan) SMA SMK dan SLB akan serentak dan berdasarkan tahun pendirian sekolah,” kata Hadadi kemarin.

Menurut Hadadi pengurutan nama-nama sekolah sesuai tahun pendirian sudah berjalan di beberapa wilayah perkotaan seperti Kota Bandung, Depok, Bekasi, Bogor dan Cirebon. Namun, untuk wilayah kabupaten belum dilakukan.

“Sebenarnya daerah perkotaan sudah tertib kayak Kota Bandung, Depok, Bogor, Bekasi, Cirebon. Nah Kabupaten Bandung, Bandung Barat belum,” ungkapnya.

Menurutnya pengubahan nama dan urutan sekolah tersebut dilakukan untuk memudahkan pendataan di lapangan. Selain itu, sambung dia, sebagai data pokok pendidikan yang akan dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Namun keinginan Disdik Jabar untuk merubah nomor urut sekolah berdasarkan tahun berdirinya sekolah tersebut mendapat reaksi protes dari berbagai kalangan terutama dari para alumni sekolah masing-masing. Untuk itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yumanius Untung mengingatkan agar pihak Disdik harus berhati-hati dalam meluncurkan wacana program.

Menurutnya, DPRD Jabar khususnya Komisi V sudah cukup banyak mendapatkan pertanyaan dari kalangan masarakat, terutama dari alumni sekolah masing-masing. Ia pun mengaku mendapat beragam protes dari alumni sejumlah sekolah yang mempertanyakan perihal peralihan nama dan urutan sekolah.

“Mereka menilai nama sekolah lekat dengan sejarah. Saya mendapatkan protes dari teman alumni SMA dibeberapa sekolah, karena akan berubah berdasarkan urut tahun. Urusannya bukan hanya nama, tapi sejarah. Sejarah itu tidak ditentukan tanggal kelahiran,” kata Untung, Kamis (24/5). (San/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.