Setelah Digeruduk, Orangtua Siswa Dijanjikan Akan Dibekali Surat Keterangan Masuk Sekolah Swasta

5 Juli 2018 / 21:22 Dibaca sebanyak: 27 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Puluhan orangtua siswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) se Jabar melakukan aksi unjuk rasa dengan menggeruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No 6 , Bandung, Kamis (5/7/2018).

FMPP menyampaikan aspirasi karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 melalui jalur Keterangan Ekonomi Tidak Mampu (KETM).

Setelah cukup lama melakukan orasi di depan kantor Dinas Pendidikan Jabar, akhir perwakilan orang tua siswa diterima oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII (Kota Bandung-Cimahi) Husein R Hasan dan beberapa pejabat Diasdik Jabar di ruang Pengawas SMA.

Diungkapkan Koordiantor Aksi FMPP, Hendrawan, beberapa anak-anak orangtua siswa tidak diterima di sekolah negeri SMA/SMK melalui jalur KETM. Tidak diterimanya anak tersebut dengan keterangan tidak jelas dan tanva disurvey ke lapangan.

“Bahkan kami mencurigai orang mampu melakukan manipulasi data siswa sehingga kami yang benar-benar dari keluarga ekonomi kurang mampu tergeser dan tidak diterima,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi dan keluahan para orangtua siswa, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdik Wilayah VII (Kota Bandung-Kota Cimahi) Husein R.Hasan mengatakan, proses pelaksanaan PPDB sudah sesuai aturan dan petunjuk teknis seperti yang dimuat dalam peraturan gubernur (Pergub) dan Permendikbud 2018.

Dikatakannya, dalam petunjuk teknis yang dibuat oleh Pemprov Jabar dan Dinas Pendidikan Jabar menginginkan semua anak di Jabar bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

“Untuk itu, bagi orangtua yang anaknya tidak dapat diterima di SMA/ SMK Negeri tentunya akan kita salurkan ke sekolah swasta. Karena bagaiamanapun sekolah negeri ada keterbatasan, tidak mungkin semua harus ‘didedetkan’ (diterima) di sekolah negeri,” ujarnya.

Pada kesempatan itu dirinya menjanjikan, bagi anak yang diterima di sekolah SMA/SMK Swasta yang mendaftar melalui jalur KETM akan diberikan dan dibekali surat keterangan kepada sekolah swasta yang bersangkutan.

“Hal ini, agar anak dari keluarga kurang tidak mampu tidak dipungut biaya pendidikan. Karena biaya pendidikan anak tersebut dibiaya oleh pemerintah melalui Dana BOS dan BPMU,” jelas Husein.

Lebih lanjut dikatakan, Disdik Jabar telah menyiapkan Form tersendiri yang harus diisi oleh pihak Sekolah swasta yang menerima siswa dari jalur KETM, selanjutnya data siswa KETM tersebut diserahkan ke Disdik Jabar, untuk dibantu melalui Dana BOS dan BPMU. Sementara itu terkait penetapan Zonasi atau jarak dari rumah calon siswa ke sekolah ditetapkan antara operator Zonasi dengan orangtua, jadi tidak mungkin ada permainan dalam penetapan zonasi. Karena penetapan zonasi/ jarak itu sudah diatur dalam sistem. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.