15 GTK Borong Penghargaan Bukti Jawa Barat Peduli Peningkatan Mutu Pendidikan

28 Agustus 2018 / 09:55 Dibaca sebanyak: 20 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Sebanyak 15 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Barat berhasil memborong penghargaan dalam kegiatan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional 2018.

Penghargaan itu semakin mengukuhkan Provinsi Jawa Barat sebagai satu dari sekian provinsi langganan pada berbagai kompetisi berbentuk seleksi mutu. Hasil ini menempatkan Jawa Barat sebagai Juara Umum Seleksi GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi menyebutkan raihan tersebut merupakan bukti bahwa Provinsi Jawa Barat peduli dengan peningkatan mutu pendidikan. Ia juga mengatakan GTK adalah ujung tombak dari upaya implementasi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.

“Oleh karena itu, kami selalu berupaya meningkatkan kualifikasi, kompetensi, penjaminan kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan, serta kesempatan para GTK mengembangkan profesionalismenya secara berkesinambungan,” ujar Hadadi saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa, (28/8/2018).

Hadadi mengatakan penghargaan bagi GTK berprestasi adalah salah satu komponen dalam memberikan peningkatan kesejahteraan, penghargaan, dan perlindungan (Kesharlindung). Penghargaan tersebut berdasarkan regulasi dan melalui seleksi secara objektif, sistematik, dan terukur.

Selain itu Hadadi mengatakan bentuk penghargaan kepada GTK Berprestasi I (juara I) tingkat Provinsi kecuali yang dari daerah khusus akan diberi kesempatan dan difasilitasi melalui alokasi pemdiayaan dari APBD untuk melakukan kegiatan field-research ke CIBA Jepang. Hal itu dalam rangka memperoleh informasi dan inspirasi berkaitan dengan bagaimana pengembangan pendidikan bermutu di Jepang untuk dijadikan sebagai bahan meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat.

Hadadi juga menyatakan kebanggaannya atas apresiasi dari Kemendibud terkait upaya pendampingan dalam seleksi GTK Berprestasi di Jawa Barat. Menurut Hadadi, hal itu diperlukan sebagai penguatan dan motivasi kepada peserta seleksi GTK berprestasi dan berdedikasi di tingkat nasional. Pendampingan itu melibatkan perguruan tinggi, praktisi pendidikan, dan mantan GTK berprestasi dan berdedikasi pada tingkat nasional.

“Ini adalah keseriusan kami untuk mewujudkan mutu melalui prestasi dan dedikasi Guru dan Tenaga Kependidikan,” ujarnya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.