Kemarau Berkepanjangan Berimplikasi Pada Daerah Penghasil Pertanian

24 Agustus 2018 / 14:01 Dibaca sebanyak: 388 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Jawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil pertanian yang di jadikan andalan untuk memenuhi kebutuhan daerah baik Jakarta maupun Jabar sendiri,namun saat ini musim kemarau berkepanjangan berimplikasi terhadap daerah penghasil pertanian.

Menyikapi hal tersebut kalangan DPRD Provinsi Jawa Barat menyebut kekeringan areal persawahan di musim kemarau 2018 sangat parah.Khusus di Kabupaten Bandung, areal persawahan yang terancam kekeringan mencapai 10 hektare.

Demikian hal tersebut dikatakan wakil rakyat daerah pemilihan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat Maman Abdurachman yang juga anggota Komisi V DPRD Jabar mengungkapkan pihaknya belum bisa menyimpulkan dampak kekeringan pada tahun ini. Ia baru menerima informasi dari beberapa waduk yang berada di wilayah Jabar.

“Kemarau tahun ini sangat parah. Biasanya bulan-bulan ini belum pada kekeringan. Tapi saya melihat, Saguling sudah mulai kering. Cirata juga,” kata Maman kepada media di Bandung Kamis (23/8).

Sampai saat ini, pihaknya belum bisa memprediksi kemarau akan terjadi berapa lama. Namun secara dampak kepada petani, kata Maman, sudah mulai terasa.

“Sangat dirugikan. Cuman petani harus bisa memelihara lingkungan di pertaniannya. Terutama di daerah hulu,” pungkas Maman.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung membantah kekeringan persawahan di Rancaekek dan sekitarnya bukan sekitar 400 hektare, melainkan hanya 10 hektare. Itu pun kondisinya baru terancam. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.