Anggota MPR RI, Haerudin Tegaskan Pancasila Menjadi Ruh Kesadaran Historis Bangsa Indonesia

12 September 2018 / 21:54 Dibaca sebanyak: 411 kali Tulis komentar

GARUT, LJ – Anggota MPR RI, Haerudin, S.Ag., MH menegaskan betapa pentingnya Pancasila dan kesadaran historis bangsa Indonesia.

Pasalnya, ia menilai perdebatan tentang Pancasila belakangan ini kembali hangat menjadi pembahasan di tengah-tengah masyarakat di pelbagai kalangan.

Dan itu menurutnya seakan-akan mengingatkan kembali memori sejarah yang sudah dibangun para pendiri bangsa.

Hal itu ia tegaskan dalam acara sosialisasi empat pilar pancasila di Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin Ranca Salak Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Senin (10/9).

“Pancasila ini menjadi ruh kesadaran historis bangsa kita, jika ruhnya hilang maka kehidupan kebangsaan sedang menuju ruang akhir yang mengakhiri sejarah bangsa. Namun selama Pancasila ini masih dipegang menjadi ideologi bangsa, maka akan senantiasa mengingatkan kita akan kesadaran sejarah itu,” terangnya dihadapan ratusan peserta.

Acara yang digagas bersama Gerakan Reformasi Islam (Garis) Kabupaten Garut tersebut diharapkannya dapat menggelorakan kembali semangat kebangsaan. Karena, sambungnya jika nilai ini tidak dipupuk dan dikembangkan maka akan pudar dan tak bermakna.

Selanjutnya, anggota Komisi IX DPR RI ini kemudian mengutip apa yang pernah disampaikan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno atau Bung Karno, bahwa menurutnya (Soekarno) Pancasila tidak menciptakan nilai baru tapi menggali nilai yang tersimpan dalam alam bawah sadar bangsa ini.

Maka itu, nilai seperti ini yang akan selalu muncul di setiap zaman dalam kesadaran sejarah manusia.

“Selayaknya lima nilai tentang monoteisme hadir dalam kesadaran sejarah agama di Indonesia, serta nilai-nilai lainnya,” terang legislator PAN yang terpilih dari Dapil Jabar XI wilayah Kab. Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya ini.

Ditambahkannya bahwa termasuk dalam nilai-nilai yang dimiliki bangsa ini termaktub dalam Pancasila, nilai-nilai itu seperti kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan gotong-royong.

“Dan tentu jiwa serta karakter dari budaya gotong royong adalah nilai yang dimiliki bangsa indonesia,” pungkasnya.

Sosialisasi selain dihadiri Ketua Umum Garis Garut, Ceng Iwa, tampak pula pengasuh pesantren, KH. Asep Maulana, Dan Ramil, Kapolsek, juga unsur pimpinan Kecamatan Kadungora Kab. Garut. (Dent)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.