Komisi V Siap Perjuangkan Status dan Honor Para Guru Honorer

20 Oktober 2018 / 23:32 Dibaca sebanyak: 423 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Maraknya aksi guru hanorer akhir-akhir ini yang memperjuangkan nasib mereka, terkait status dan honor yang diterima di beberapa daerah tidak sesuai dengan standar Upah Minum Regional (UMR). Untuk itu, kalangan DPRD Jabar khususnya Komisi V siap memperjuangkan nasib para guru honorer.

Menurut anggota Komisi V DPRD Jabar, Maman Abdurachman yang akrab disapa Madur ini mengatakan, Komisi V yang membidangi Kesra tentunya mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan nasib para guru honorer dan para pekerja tidak tetap lainnya, terutama pada sektor sosial salah satunya tenaga kesehatan.

“Pada prinsipnya, kita sedang memerjuangkan mereka kan melalui jalur-jalur ASN. Kemudian kita juga sedang berjuang di legislatif menetapkan UU Tenaga ASN dan tenaga honorer,” tuturnya melalui sambungan telepon belum lama ini.

Dikatakan, DPRD Jabar tengah menggodok Undang-undang ASN. Nantinya, dalam Undang-undang ini tidak ada perbedaan antara pekerja honorer dan para ASN,tuturnya seraya mengatakan artinya begini, mereka dianggap satu golongan cuman mereka nantinya tidak dapat pensiun bedanya hanya di situ, ini yang sedang kita perjuangan.

Saat ini, kata dia, hal yang kerap dikeluhkan masalah intensif guru honorer. Itu muncul karena belum ada payung hukum yang menaungi terkait upah bagi para guru honorer. Sehingga, inilah yang kini tengah diperjuangkan Komisi V DPRD Jabar. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.