Sosialisasi Program Pengendalian Penduduk di Singajaya KBB Mendapat Animo Besar Para Ibu-ibu

20 Oktober 2018 / 18:13 Dibaca sebanyak: 519 kali Tulis komentar

KBB, LJ – BKKBN berharap dapat terus mewujudkan pembangunan keluarga dan penduduk yang berkualitas. Kendati pihak BKKBN pun terus menekan angka atau kuantitas penduduknya yang hingga kini menempati urutan ke empat setelah negara Cina, India dan Amerika.

“Yang lebih diutamakan sekarang adalah kualitas. Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada manusia agar tidak meninggalkan generasi penerus bangsa dalam keadaan lemah. Oleh karena itu, bagi remaja yang ingin menikah agar mempunyai perencanaan dan persiapan yang matang,” papar Direktur Bina Kesertaan Keluarga Berencana Jalur Swasta BKKBN Drg. Widwiono, M.Kes dalam sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja di Lapangan Golf Lake Desa Singajaya Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (20/10/2018).

Menurut Wid, saat ini BKKBN mengelola 3 program pokok, yaitu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Tujuannya adalah mewujudkan keluarga yangberkualitas.

Disamping itu pula, lanjutnya, pengendalian penduduk merupakan langkah guna terjadinya keseimbangan. Ia berharap ke depan, baik secara kualitas maupun kuantitas bisa berimbang.

“Langkah pengendalian penduduk adalah dengan menyosialisasikan pentingnya mengikuti program keluarga berencana atau KB,” jelasnya dihadapan ratusan ibu-ibu yang hadir pada acara itu.

Hal senada dipaparkan pula Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat/Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Wawan, bahwa diperlukan peran serta para tokoh atau ulama untuk masalah pengendalian penduduk di Jabar. Peran tokoh masyarakat ini dirasa akan efektif untuk mencegah terjadinya pernikahan di bawah umur.

Permasalahan fertilitas menjadi konsen pihak BKKBN Jawa Barat terutama di Jabar Selatan yang disebabkan faktor pernikahan di bawah umur, selain juga oleh faktor budaya.

“Secara keseluruhan di Jawa Barat sudah mendekati angka 20 (tahun) Usia Kawin Pertama (UKP) Sudah bagus sebenarnya tapi di beberapa kabupaten masih di bawah angka 20, seperti Cianjur itu rata-rata yang 18. Tapi rata-rata masih ada juga yang 16,” pungkas Wawan.

Jawa Barat sendiri menargetkan angka fertilitas kembali turun di angka 2,2 pada 2019 mendatang. Ia optimistis hal ini bisa tercapai, terlebih dengan komitmen yang telah diberikan Pemda Provinsi Jawa Barat.

“Apabila fertilitas ada di angka 2,2 artinya satu orang warga Jawa Barat rata-rata memiliki dua orang anak,” ungkapnya.

Adapun diterangkan Ketua KKBPK Kabupaten Bandung Barat, Rini Hariyani, kondisi kampung KB di KBB hingga kini sudah mencapai 118 kelompok dari target perkecamatan 1 kelompok.

“Target tahun depan di KBB kita akan memiliki kampung KB di tiap kecamatannya. Sedang bantuan hibah sebesar 50 juta perkampung KB hingga kini sudah digelontorkan untuk 17 kampung KB,” ungkap Rini.

Di KBB sendiri dijelaskannya ada dua Peraturan Bupati (Perbup) sekaligus sebagai upaya membangun ketahanan remaja di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bagaimana tidak, KBB tercatat satu-satunya daerah di Jawa Barat yang memiliki dua Perbup yang di dalamnya mengatur program ketahanan remaja.

Sementara itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Adang Sudrajat yang merupakan mitra kerja BKKBN menegaskan program pengendalian penduduk sangatlah baik guna menekan angka penduduk yang saat ini terbesar ke empat di dunia.

Dirinya mengapresiasi dan mensupport langkah pengendalian penduduk yang dinilainya memerlukan perhatian bersama selain pemerintah juga masyarakat umumnya.

Pada kesempatan itu pula dirangkai dengan acara pembagian doorprize atau hadiah mulai dari sepeda, televisi, handphone, kompor gas dan seabreg hadiah lainnya kepada warga yang hadir dengan syarat bisa menjawab pertanyaan dari BKKBN seputar program keluarga berencana.

Pada sesi penutup inilah warga begitu sumringah dengan semangat mengacungkan tangan dengan harapan mendapatkan doorprize yang diinginkan. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.