Bank BJB Targetkan Komposisi DPK Berimbang

13 Oktober 2015 / 11:24 Dibaca sebanyak: 660 kali Tulis komentar

bank-bjbBANDUNG LJ – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) menargetkan komposisi dana pihak ketiga (DPK) antara deposito dan dana murah dapat berimbang. Bahkan, Bank bjb memiliki target dapat meningkatkan CASA hingga mencapai 55%, sebutnya.

Hal tersebut upaya Bank BJB untuk terus mendorong adanya keseimbangan antara deposito atau dana mahal dengan current account and savings account (CASA) atau dana murah.

“Upaya yang terus dilakukan hingga saat ini yakni meningkatkan kerjasama kelembagaan dengan sejumlah institusi seperti yang terbaru yaitu Taspen dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Jawa Barat,” kata Direktur Utama Bank Bjb Ahmad Irfan Selasa (13/10).

Dikatakan Irfan, tabungan menjadi prioritas karena menurutnya besarnya kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank salah satunya dapat diukur melalui besarnya portofolio tabungan dan jumlah transaksi yang dilakukan.

Untuk itu, guna menarik minat nasabah supaya terus meningkatkan tabungan dan transaksi keuangannya di bank bjb, perseroannya menyiapkan program peningkatan loyalitas nasabah serta hadiah langsung, di samping secara internal perseroan terus meningkatkan layanan.

“Produk terus dikembangkan sehingga meningkatkan value yang dapat dirasakan oleh para nasabah. Dengan luasnya jaringan yang kami punya di hampir seluruh kota besar di Indonesia, masyarakat pun dapat menilai bahwa bank bjb semakin dapat diandalkan dan dipercaya,” tuturnya.

Sementara itu menyoal terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Ahmad Irfan menyampaikan perseroannya tidak terlalu terpengaruh karena eksposur kredit maupun komposisi DPK dalam bentuk valuta asing, khususnya dolar AS, jumlahnya sangat kecil.

Adapun terkait keputusan Bank Indonesia menjaga tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di tengah adanya desakan untuk menurunkan BI Rate, bank bjb mempercayai kebijakan BI telah mempertimbangkan berbagai faktor dari sisi internal maupun eksternal.

“Tentunya kami berharap keputusan yang diambil dapat memberikan angin segar bagi kami sebagai pelaku industri perbankan. Saat ini kami pun sedang mengurangi deposito atau dana mahal secara bertahap dan meningkatkan CASA,” paparnya.

Adapun soal bisnis intermediasinya, Ahmad Irfan menyatakan perseroannya saat ini memiliki tingkat likuiditas yang cukup sehat, sebagai buah dari terjaganya keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan (DPK).

“Di sisi penyaluran dana atau kredit, bank bjb gencar melakukan penetrasi melalui skema kerjasama linkage dengan BPR. Di sisi lain, kami terus meningkatkan DPK dengan mengutamakan dana-dana murah,” katanya.

Dia menyatakan bank bjb menargetkan pada tahun ini rasio tersebut dapat menyentuh 90%-92%, di mana per Agustus 2015 perseroannya mencatat tingkat loan to deposit ratio (LDR) bank bjb berada di level 73%.

Potensi yang sedemikian besar, lanjutnya, baik yang berasal dari institusi maupun perorangan, terus digali bank bjb dengan melakukan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan pihak-pihak tersebut.

“Terus kami gali kerjasama yang bersifat business to government maupun business to business seiring dengan langkah kami dalam mengembangkan kualitas layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

Dalam melakukan ekspansi kredit, bank bjb mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dan berkualitas dengan menyasar segmen yang selama ini sudah menjadi expertise bank bjb dengan tingkat risiko yang sudah diperhitungkan dengan matang.

Di sisi lain, berdasarkan data perseroan, dari total DPK per Juni 2015 yang mencapai Rp. 77,3 Triliun, 49%-nya adalah dana murah (CASA). “Kami optimistis angka ini akan semakin meningkat di akhir tahun 2015 mendatang,” sebut Ahmad. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017