Film ‘My Generation’ Angkat Realita Anak Jaman Now yang Kritis Berani Keluarkan Pendapat

4 November 2017 / 08:02 Dibaca sebanyak: 85 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – IFI Sinema yang telah berkecimpung dalam industri film nasional sejak tahun 2007 lalu, akan segera menayangkan film terbarunya bergenre remaja yang berjudul ‘My Generation’ di seluruh bioskop di Indonesia mulai tanggal 9 Nopember 2017 mendatang, yang diawali dengan kegiatan Media Screening dan Gala Premiere bertempat di CGV Pascal Bandung, Pascal Shopping Center Bandung.

Film ‘My Generation’ sendiri dibintangi oleh 4 pemain fresh yang menjadi bintang utamanya yaitu Bryan Langelo (sebagai Zeke), Arya Vasco (sebagai Konji), Alexandra Kosasie (sebagai Orly) dan Lutesha (sebagai Suki) serta para pemain senior yang menjadi orang tua yaitu Ira Wibowo dan Joko Anwar (orang tua Konji); Tyo Pakusadewo dan Karina Suwandhi (orang tua Zeke); Surya Saputra dan Aida Nurmala (orang tua Suki) dan Indah Kalalo (ibunda Orly).

Jelang penayangannya minggu depan, pihak IFI Sinema memang telah mempersiapkan serangkaian kegiatan promo dan publikasi untuk menyebarkan informasi tentang film ‘My Generation’ tak hanya di Jakarta saja tetapi juga di 4 kota besar lainnya di Indonesia yaitu Bandung, Jogjakarta, Bali dan Surabaya.

Film ‘My Generation’ yang disutradarai oleh Upi ini merupakan sebuah film yang mengangkat realita kehidupan generasi millenials secara natural dimana mereka lebih kritis dalam menanggapi segala hal dan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka tak terkecuali kepada orangtuanya, bahkan secara kritis mempertanyakan kembali nasihat atau larangan yang orangtua berikan kepada mereka yang menurut mereka belum tentu benar atau sesuai dengan karakter mereka.

Kehidupan anak jaman now dengan segala problematika yang dihadapi serta beberapa karakter orang tua yang berbeda yang mencoba mengarahkan anak-anak nya yang notabene adalah anak generasi millenials untuk menjadi sesuai harapan mereka. Perbedaan karakter antar generasi yang sangat gamblang tertuang dalam film ini, seperti itulah yang terjadi di kehidupan nyata saat ini yang tak dapat dipungkuri.

Di film ini pun, Upi menggarapnya secara serius, bahkan hingga ke percakapan-percakapan yang terjadi diantara anak muda yang memang merupakan obrolan yang terjadi saat ini dimana anak-anak muda sekarang kebanyakan berbahasa secara bilingual Indonesia dan Inggris.

Naskah untuk percakapan pun merupakan hasil riset intensif secara 2 tahun yang dilakukan Upi secara social media listening dimana Upi mengamati obrolan-obrolan yang terjadi di dunia maya yang memang bersentuhan dengan dunia generasi millenials secara random, tentang banyak hal baik orang tua, sekolah, lingkungan hingga teman-temannya, sehingga percakapan yang terjadi di film ini pun murni percakapan yang memang terjadi saat ini, tanpa merekayasa.

“Dalam membuat sebuah film, memang saya selalu tertantang untuk membuat angle-angle yang berbeda dan untuk film remaja, saya tidak ingin mengangkat seputar romantisme percintaan anak  muda, tetapi saya ingin mengangkat generasi millenials saat ini yang unik yang cukup menyedot perhatian masyarakat dari kacamata mereka,” ujarnya kepada awak media yang berkesempatan menyaksikan secara perdana Film ‘My Generation’.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan percakapan natural untuk naskah, diakui Upi tidak menggunakan metode survey interview langsung ke anak muda karena biasanya mereka sedikit enggan untuk mengungkapkan pendapat murni seputar orang tua atau pun sekolah, tetapi melalui pengamatan sosial media.

“Dimana saya mendapatkan obrolan murni yang terjadi yang sangat bagus untuk diungkapkan dan diangkat ke dalam film sehingga nantinya penonton akan mengetahui sudut pandang generasi millenials dalam menanggapi berbagai hal dalam dirinya secara  real, yang ternyata sudah sangat jauh pemikiran dan tindakan mereka dari yang kita bayangkan,” sambungnya.

Hal ini dipaparkannya merupakan sebuah realita hidup yang coba dituangkan dalam film My Generation, sehingga film ini bukan bermaksud menggurui atau menjudge generasi millenials tetapi memberikan referensi terkini bagaimana kondisi generasi millenials secara lebih dekat.

Sedang Adi Sumarjono, Produser IFI Sinema mengatakan bahwa untuk meraih atensi publik terhadap produksi film terbarunya, pihaknya telah mempersiapkan beragam kegiatan yang sudah mulai dijalani secara intensif sejak awal minggu ini.

“Acara gala premiere malam ini  menjadi puncak dari serangkaian kegiatan promo dan publikasi yang telah kami bangun untuk memperkenalkan film ‘My Generation’. Beberapa kegiatan yang sudah mulai dijalani antara lain kunjungan ke beberapa kantor redaksi media, kunjungan ke beberapa SMA, talkshow radio, talkshow di program TV hingga acara fashion show yang baru digelar semalam,” tandasnya.

Secara sinopsis, film ‘My Generation’ bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Di awali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Ke-empat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula.

Orly sebagai perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip dan ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang ‘melabeli kaum perempuan. Salah satunya tentang keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan. Diluar itu Orly bermasalah dengan ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang Ibu tidak sesuai dengan umurnya.

Suki sebagai perempuan paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan.  Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif padanya.

Zeke, pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya.  Zeke merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke harus berani mengkonfrontasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus diantara mereka.

Konji sebagai pemuda polos dan naif, tengah mengalami dilema dengan masa pubertasnya, ia merasa di tekan oleh aturan orangtuanya yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada satu peristiwa yang membuatnya shock. Hal itu membuat kepercayaannya pada orang tuanya hilang dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji.

Untuk yang penasaran dengan film itu, tonton dan saksikanlah di bioskop-biosop kesayangan anda pada 09 Nopember 2017!!! (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017