,

Keluarga Penderita Kanker Hidung Ai Siti Rahman Datangi DPRD Jabar

11 Maret 2014 / 23:06 Dibaca sebanyak: 1133 kali Tulis komentar

BANDUNG (LJ) –   Ai Siti Rahman balita 4 (empat) tahun yang mengalami  kanker di bagian hidungnya  diantar kedua orang tuanya Yusuf Sofyan (41) dan Enung (31) mendatangi DPRD Jabar, untuk berkonsultasi dengan Pimpinan Dewan atau Komisi E DPRD Jabar tentang rencana operesi hidung Ai Siti Rahman.

Enung selaku ibu Ai menuturkan, anaknya Ai Siti Rahman mendertita ada kelainan di hidung sejak kecil, namun berhubung terkendala dibiaya pengobatan, akhirnya tiga bulan yang lalu kita bawa ke RS.Hasan Sadikin Bandung,  agar dapat dilakukan operesi terhadap penyakit yang dilalami putri ke tiganya ini, ujar Enung saat ditemui di gedung DPRD Jabar, Senin (10/3/2014).

Dikatakan, penyakit yang dialami Ai cukup sering diperiksakan dan diobati, baik ke puskesmas, RSUD  Gununghalu. Namun tidak dari hari kehari pembengkakan hidungnya terus bertambah.  Bahkan kami juga pernah mendatangi  ke Pemkab Bandung Barat, agar dicarikan selusinya, bagaimana sebaiknya. Namun tidak ada tanggapan. Akhirnya, tiga bulan yang lalu kami minta rujukan dari RSUD Gununghalu untuk ke RSHS Bandung.

Ketika Ai Siti, kami bawa ke RSHS, ternyata tidak langsung dirawat, dan untuk menghemat biaya, akhirnya selama hampir tiga bulan sampai sekarang, selama menjalani Observasi, saya dan Ai Siti tinggal di Yayasan Kanker Anak Bandung di Jalan Sukimin Bandung.

Dikatakan, Ai Siti sudah diperiksa di THT, Kepala, Badan,bahkan sudah pernah discan seluruh badannya.  Menurut  doker Dito ( ahli Bedah Syaraf RSHS) yang menangani , Ai dinyatakan mengalami penyakit kanker di hidung ( Selsel Hydrosipalus),  Maka hasur dialkukan tindakan medik yaitu dioperesi.

Selama seminggu Ai  dirawat di RSHS dan hasil pengecekan saat itu, kesehatan Ai Siti baik dan dapat dilakukan operasi. Namun harus membeli obat yang harganya sekitar  Rp.5 juta lebih dengan biaya operesinya sebesar Rp.25 juta. Namun dr Dito mengatakan, Obat itu tidak ada di Inonesia, dan harus  beli dari Australia.

Kami selaku orang tua semakin terkejut, ketika dr Dito mengatakan, obat tersebut tidak dapat diperjual belikan sembangan harus  yang meminta Pemerintah / Dinas Kesehatan atas permohonan dari RSHS.  “Inikan aneh, atau karena kami dari keluarga miskin pengguna Jamkesmas”, ujar Enung heran.

Menurut Dokter Dito  pihak RSHS sudah mengajukan permohonan ke Dinkes Jabar untuk membeli obat yang dibutuhkan pasien Ai Siti, namun  berhubung saat ini Dinkes Jabar tidak memiliki dana  jadi tidak bisa beli sekarang, nanti aja setelah Pemilu, ujar Enung menirukan perkataan Dr.Dito .

“Kalau pihak keluarga pasien meminta sekarang-sekarang  ini untuk dioperasi, bisa aja, tapi akal-akalan dalam artian kalau dioperasi hidung Ai Siti harus diambil dari tulang otak untuk bentuk hidungnya. Itupun hasil tidak menjamin hidungnya dapat terbentuk dengan baik”, ujar enung sambil menahan kesedihan.

Sementara itu, LSM Trapawana Jabar, David Raksabuana, yang turut mendampingi keluarga pasien Ai Siti Romlah  mengatakan, tujuan ke dewan jabar, bukannya kami minta sumbangan tapi kami ingin berkonsultasi tentang  langkah yang harus ditempuh keluarga pasien agar dapat dilakukan operesi.

Dikatakan, LSM Trapawana Jabar, selaku pendamping ssudah pernah datang Pemkab Bandung Barat termasuk ke Dinkes KBB tapi tidak memberikan jawaban yang pasti, maka akhirnya kita fokuskan meminta rujukan dari Puskesmas Kec, Gunung Halu terus ke RSUD Gununghalu langsung dibawa  ke RSHS. Namun sampai di RSHS, Ai Siti tidak langsung dirawat, jadi kami titip di Yayasan Kanker Anak Bandung, jalan Sukimin,

David menyayangkan perkataan dokter Dito, yang disampaikan ke orang tua Ai bahwa operesi Ai Siti terkendala di obat yang harus dibeli dari Austraslia.  Yang memakan waktu sekitar 3 bulan baru bisa datang.

Terkait apa yang disampikan tersebut,  kami akan kembali mendatangi pihak RSHS, Dinkes Jabar untuk mempertanyakan kelanjutan pengobatan Ai Siti.  Kalau ternyata  kita tidak mendapatkan jawaban yang pasti kapan akan dilakukan operesi , kita juga akan kembali ke DPRD Jabar, bahkan bila perlu kita akan menghadap langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

“Kita ingin tahu sejauh mana tanggung jawab Gubernur Aher terhadap masyarakat kecil pengguna Jamkesmas dalam mencari  keadilan bidang kesehatan”, tegasnya.  (zein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017