Lima Gerakan Revolusi Bandung Hijau, Tanam 2 Juta Pohon Hingga 2013

8 Februari 2013 / 11:33 Dibaca sebanyak: 418 kali Tulis komentar

BANJIR, longsor dan kekeringan air adalah bagian persoalan lingkungan hidup yang mengancam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Di Kota Bandung sendiri, kini sedikitnya terdapat 68 titik rawan banjir. Faktor penyebab, diakui lebih banyak disebabkan pada perilaku manusia baik secara perorangan maupun kolektif.

Faktanya alih fungsi lahan, semula lahan kosong menjadi bangunan gedung baik untuk rumah tinggal, perkantoran, infrastruktur jalan dan tempat kegiatan ekonomi lainnya, menyebabkan hilangnya sumber-sumber penyerapan air tanpa hambatan langsung mengalir ke saluran drainase dan sungai bahkan meluap banjir ke jalan hingga pemukinan yang mengakibatkan bencana. Kata kuncinya, lingkungan hidup Kota Bandung harus diselamatkan dan kualitasnya ditingkatkan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sendiri tengah menggalakkan Revolusi Bandung Hijau melalui lima gerakan, gerakan penghijauan dengan menanam 2 juta pohon sampai tahun 2013, Hemat dan menabung air dengan membuat sumur resapan dan biofori, sungai bersih melalui cikapundung bersih, gerakan sejuta bunga, gerakan udara bersih menerapkan uji emisi bagi kendaraan bermotor, program car free day di kawasan jalan dago setiap hari minggu serta gerakan pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pengawasan lingkungan hidup (GP4LH)

Dalam beberapa kesempatan, diungkapkan walikota Bandung, H. Dada Rosada, SH. M.Si jika hasil pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dikembalikan ke masing-masing daerah, pihaknya berencana mempertimbangkan untuk memberikan insentif bagi warga dan perusahaan yang memperhatikan lingkungan. Sementara diinsentif akan diberikan kepada warga dan perusahaan yang sama sekali tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.

“Nanti kita akan bentuk tim yang tentunya melibatkan aparat kewilayahan, untuk memantau kondisi lingkungannya. Dan untuk rumah yang dianggap paling peduli lingkungan akan diberi penghargaan”, ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan Pemkot Bandung terlihat dari Aksi bebersih sungai. Sebab tegas Dada, alam dan lingkungan berupa sungai, hutan dan gunung, merupakan ayat-ayat Allah yang harus diimani, antara lain dengan menjaga dan memeliharanya dari kerusakan. “Alam lingkungan hanya akan memberikan manfaat, mendatangkan kesejahteraan pada manusia jika alam benar-benar terpelihara baik,” tuturnya.

Dirinya juga menghimbau agar masyarakat bisa bekerjasama dengan tidak membuang sampah ke sungai. Sebab dinilainya sama dengan menabung bencana, masyarakat sendiri yang akan menuai kesengsaraan. Dan Kota Bandung menurut Dada, memerlukan lebih banyak lagi pejuang dan pahlawan peduli lingkungan. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup Kota Bandung dikatakannya mendesak karena merupakan bagian dari kebutuhan hidup.

Daya tarik Kota Bandung yang kini semakin besar, lanjutnya, menjadi magnet datangnya banyak orang atau wisatawan baik wisatawan mancanegara ataupun domestik, menetap maupun beraktivitas. Disamping itu, Bandung kini tidak saja telah menjadi kawasan padat penduduk, tapi juga padat dengan bangunan baik untuk gedung perkantoran, rumah tempat tinggal, bangunan sekolah, mall ataupun pusat-pusat kegiatan bisnis lainnya. Ini menekan berat ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Kondisi lingkungan hidup Bandung seperti itu, diakui Dada, karena budaya peduli dan cinta lingkungan yang belum melembaga, baik secara individu maupun secara kelompok. Malu jika membuang sampah ke sungai dan malu jika buang sampah ke jalan.

“Perubahan sikap ini yang kita inginkan. Peliharalah sungai sebab sungai bukanlah anugerah untuk tempat pembuangan sampah”, tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan lain, Wakil Walikota, Ayi Vivananda mengatakan untuk mengantisipasi pesatnya pertumbuhan kota, Kota Bandung mengingimbanginya dengan program yang adaptif, terarah, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Memadukan aspek lingkungan hidup, sosial dan ekonomi kedalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup, keselamatan, kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa depan.

“Ini alasan, pentingnya Kota Bandung menanamkan kepedulian lingkungan hidup secara formal di lingkungan sekolah. Menjadikan pendidikan lingkungan hidup sebagai muatan lokal” tuturnya.

Gerakan Cikapundung Bersih (GCB)

“Program kali bersih judulnya saja Gerakan Cikapundung Bersih, tapi yang harus dilakukan seluruh atau 48 sungai yang ada di Kota Bandung semuanya bersih,” papar walikota Bandung, H. Dada Rosada, SH. M.Si pada satu kesempatan menyoal Gerakan Cikapundung Bersih.

Kondisi Sungai Cikapundung sekarang memang belum bisa dikategorikan bersih, sejak tahun 2004 yang lalu saat dimulainya gerakan cikapundung bersih, sungai yang membelah Kota Bandung ini kondisinya jauh lebih parah, selain kotor juga berbau.

Sudah tujuh tahun gerakan cikapundung bersih disuarakan, sudah banyak kegiatan yang diprakasai baik oleh pemerintah maupun warga digelar, sejauh ini secara warna fisik air yang mengalir bisa dikatakan cukup lumayan meskpun secara kualitas belum dilakukan penelitian.

Beberapa tahun yang lalu Walikota Bandung pernah berujar tentang mimpinya, beliau mengatakan bermimpi suatu hari kelak Sungai Cikapundung menjadi tempat wisata, dimana sungainya bisa dilayari. Disadarinya hal tersebut, karena dinilainya Kota Bandung dan warganya tak bisa lepas dari keberadaan Sungai Cikapundung.

Meskipun bukan orang pertama yang menyuarakan gerakan sungai cikapundung, tapi pernyataan Walikota Bandung ini seakan menjadi momentum gerakan yang lebih besar ditengah-tengah warga kota. Saat ini tingkat kesadaran dan kepedulian warga Bandung terhadap keberadaan Sungai Cikapundung sangat tinggi, upaya kelompok – kelompok warga sepanjang sungai ini yang secara rutin melakukan kerja bakti dengan bergotong royong memberihkan sungai telah mendorong gerakan yang lebih revolusioner, yaitu upaya merevitalisasi rumah-rumah warga disepanjang sungai oleh Pemkot Bandung.

Hingga akhirnya acara Deklarasi Bersama Gerakan Cikapundung Bersih (GCB) yang dilakukan di Gedung Sabuga, Bandung beberapa waktu yang silam, dikatakan Dada, jika Sungai Cikapundung bersih tidak tercemar, maka bisa menjadi tempat wisata, dan rumah-rumah yang berada di pinggir Sungai Cikapundung diharapkan mengubah posisi agar tidak membelakakangi sungai, untuk itu pemkot akan membantu pembiayaan pembangunan bagi pemilik rumah yang mau memoloporinya.

Kegiatan bebersih sungai cikapundung yang bertajuk ‘Operasi Kukuyaan’ di Kelurahan Tamansari beberapa waktu lalu yang digelar secara massal merupakan langkah konkrit Pemkot Bandung dan warganya dalam memeliharan lingkungan dalam hal ini Sungai Cikapundung. Dada berpendapat, Kota Bandung dan warganya tidak bisa lepas dari keberadaan Sungai Cikapundung. Sungai ini memiliki panjang 28 kilometer dan sepanjang 15,5 kilometer membelah Kota Bandung,  melintasi 63 RW, 15 kelurahan dan 7 kecamatan.

Cikapundung Jadi Wisata Air

Meskipun keinginan walikota agar sungai cikapundung bisa dijadikan tempat wisata terasa sulit, namun setidaknya harapan orang nomor satu Kota Bandung menjadi motivasi semua pihak untuk terus berupaya menjadikan Sungai Cikapundung menjadi sungai yang bersih, tidak berpolusi serta bisa menambah nilai keindahan kota.

Merealisasikan mimpinya terkait potensi Cikapundung menjadi wisata air di Kota Bandung akhirnya terwujud, hal itu dimaknai karena Gerakan Cikapundung Bersih merupakan salahsatu upaya memelihara alam juga memberikan nuansa estetika kota. Bahkan belum lama ini Walikota Bandung, H. Dada rosada, Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda bersama masyarakat, para aktivis pecinta lingkungan, camat dan seluruh RW di sekitar bantaran sungai Cikapundung melakukan arung jeram sejauh 4 km, dimulai dari tanggul PDAM di Kampung Padi RT 04 RW 03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong hingga Sasana Budaya Ganesha Jl. Siliwangi.

Wisata arung Jeram guna meninjau kondisi sungai cikapundung, dan langkah awal bagian dari 5 (lima) gerakan pembangunan lingkungan hidup Kota Bandung yang diimplementasikan dalam GCB.

Sungai Cikapundung yang mempunyai panjang mencapai 28 kilometer sangat potensial sebagai objek wisata air karena mudah untuk dijangkau masyarakat, dan berbeda dengan arung jeram lain di mana 15,5 kilometernya membelah di Kota Bandung. Selain itu, Cikapundung sangat potensial dijadikan pusat wisata arung jeram karena memiliki kelebihan berada di tengah kota, arung jeram akan dilakukan setiap bulan, hari minggu dan hari libur seperti sukabumi atau pangalengan, kelebihan cikapundung mudah terjangkau saat melakukan wisata kebandung selain wisata fashion dan kuliner.

Membangun Sungai Cikapundung sebagai tempat wisata yang mampu menarik perhatian baik warga Bandung maupun wisatawan luar, “Kita ingin mengembalikan Sungai Cikapundung sebagai ruang publik, tempat bermain, berwisata sehingga hidup perkonomian masyarakat karena sungai sudah menjadi tempat wisata, tetapi ada satu syarat yaitu sungai harus bersih dari sampah” katanya.

Dada berharap, jika Sungai Cikapundung bersih maka akan bisa menjadi ikon Kota Bandung, karena Cikapundung membelah Kota Bandung dan menjadi wajah baru Kota Bandung, tetapi jika Cikapundung kotor maka akan menjadi ikon kekotoran, maka dari itu diharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan sungai dan menjadikan bantaran sungai kampung-kampung seni, sesungguhnya cikapundung dapat menjadi ruang publik dan tempat wisata.
Menurut Dada banyak pihak yang mengatakan apabila Sungai Citarum adalah sungai terkotor, dan di Kota Bandung saat ini ada sekitar 47 sungai yang bermuara ke Sungai Citarum, salah satunya adalah Sungai Cikapundung. Sehingga apabila memang benar sungai Citarum adalah sungai terkotor maka Kota Bandung juga menjadi salah satu penyebabnya.

Agar Kota Bandung tidak lagi menjadi salah satu penyebab kotornya Sungai Citarum, maka menurut Dada Pemerintah Kota Bandung sudah meluncurkan Gerakan Cikapundung Bersih. Agar nantinya Kota Bandung tidak lagi menjadi salah satu penyebab kotornya Sungai Ciitarum.

“Kita sudah lama mencanangkan Gerakan Cikapundung Bersih, agar kita tidak lagi menjadi salah satu penyebab kotornya Sungai Citaryum, dan mudah-mudahan daerah lain pun mengikutinya,” ujarnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017