Pangdam III Siliwangi: Penanganan Darurat Citarum Dibutuhkan Satu Komando

4 Desember 2017 / 15:03 Dibaca sebanyak: 68 kali Tulis komentar

KAB. BANDUNG, LJ – Sebagai upaya mensterilkan Sungai Citarum dari sampah dan limbah serta menggelorakan program Citarum Harum, saat ini Kodam III/Siliwangi telah menerjunkan setidaknya 20 perwira TNI yang tugaskan di 13 sektor untuk melakukan pengerukan sampah dan pananaman 40.000 – 60.000 ribu pohon Vetivera. Penugasan tersebut sebagai langkah riil untuk melakukan pengerukan sampah di bantaran sungai Citarum dengan luas area sepanjang 269 KM.

“Kodam III/Siliwangi beserta Pemerintah Kabupaten Bandung serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa barat secara tegas berkomitmen melestarikan ekosistem sungai Citarum kembali kepada fungsinya semula. Saya sendiri dalam upaya revitalisasi sungai Citarum telah menerjunkan personil TNI,” jelas Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen, Doni Monardo dalam arahannya pada acara Karya bakti Situ Cisanti dalam upaya revitalisasi sungai Citarum yang berlangsung di Lapangan Desa Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Minggu (03/12/2017) .

Situ Cisanti yang terletak di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung dinilai Pangdam merupakan titik nol sungai Citarum, sehingga awal dari kegiatan pelestarian sungai harus dari hulu dan selanjutnya ke hilir. Untuk itu, Ia mengingatkan agar semua secara bersama-sama untuk fokus menyelamatkan ekosistem sungai Citarum.

“Mengeringnya mata air Situ Cisanti yang merupakan Hulu dari Sungai Citarum, banyaknya sampah dari permukaan hingga endapan, dan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian merupakan masalah penting yang perlu ditangani dengan serius. Dan penanganan ini tidaklah mudah serta dibutuhkan satu komando,” tegas Pangdam.

Air merupakan sumber kehidupan utama masyarakat, hingga kini Sungai Citarum telah menutupi kebutuhan 80 persen warga Jakarta akan air bersih. Namun ekosistem sungai Citarum sudah sangat darurat, saat ini sudah tidak ada ikan yang hidup di sungai tersebut, ditambah lagi mengeringnya mata air Situ Cisanti.

“Bicara tentang pohon bukan lagi bicara tentang tanaman namun bicara tentang Ketahanan Bangsa. Bicara tentang air bukan hanya bicara tentang sungai tapi bicara tentang peradaban, karena ketika masyarakat sudah tidak bisa lagi menghargai tanaman dan air maka sebagai bangsa fungsi kita tidak akan dihargai,” terangnya.

Rusaknya ekosistem tentunya mengakibatkan dampak yang sangat serius bagi kehidupan orang banyak. Banjir, longsor dan banyaknya ikan yang mati merupakan dampak serius yang wajib diselesaikan. Bahkan, lanjutnya, menurut informasi dari Badan Penelitian Lingkungan Hidup, bahwa sungai Citarum telah tercemar. Bahaya bakteri Ecoli dan Bahan-bahan berbahaya telah ditemukan, limbah pabrik yang mengalir ke Sungai Citarum sangat perlu diantisipasi.

“Kami fokus untuk mengembalikan Ekosistem Citarum, agar Sungai Citarum Harum dapat terwujud. Sedangkan Kapolda nantinya menindak dan menegakan hukum bagi elemen-elemen yang mencoba mencemarkan kembali sungai tersebut. Ke depan ini akan ditangani oleh Menko Kemaritiman, dan komandonya tentu dipegang oleh Bapak Gubernur Jawa Barat,” paparnya.

Menyoal mata pencarian warga sekitar, Pangdam memandang perlu adanya solusi yang diharapkan dapat mengalihkan mata pencaharian warga dari pertanian menjadi peternakan. Adapun sosialisasi yang dilakukan, personil TNI akan disebar guna menginformasikan kepada masyarakat tentang penyelamatan ekosistem hutan.

“Sangat tepat bila TNI Siliwangi dilibatkan dalam penanganan persoalan ini, sebab TNI Siliwangi banyak teruji di lapangan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Dan tentunya penanganan ini dibutuhkan sosialisasi dengan hati bukan dengan cara kekerasan dan paksaan,” pungkas Pangdam. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017