Ponpes Berkontribusi Secara Aktif Mencerdaskan dan Memajukan Kehidupan Bangsa

4 November 2017 / 12:20 Dibaca sebanyak: 47 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Pondok pesantren (Ponpes) selain sebagai lembaga pendidikan Islam, keberadaannya juga banyak mempengaruhi asfek pendidikan, sosial, budaya, politik, keagamaan, seni, ekonomi, dan segala lini kehidupan masyarakat, sebagai sumber perubahan sosial, budaya, membangun peradaban bangsa, problem solving kepada masyarakat. Secara histori, adanya ponpes sudah berabadabad lamanya hingga mampu mengakar di jiwa bangsa Indonesia.

Disamping itu, ponpes mampu mewujudkan pendidikan Islam multicultural, sebab kalangan pesantren bisa mengintegrasikan antara tradisi lama dan tradisi baru. Landasan yang dipakai itu inklusif, terbuka, dan mampu mengambil halhal baru untuk menerima perkembangan yang baru untuk kebaikan, sehingga pesantren bisa mengikuti arus modernitas, ataupun globalisasi, baik dalam hal pemikiran Islam, praktik pendidikan dan interaksi antar golongan.

Anggota DPR RI, Haerudin Amin tengah berpose bersama KH Nana Taryana serta para pengasuh dan pendidik Ponpes Assalam Kabupaten Garut Selatan

Bahkan dari pesantren tidak sedikit melahirkan tokoh-tokoh lokal maupun nasional yang kini berkiprah baik di dunia pendidikan, politik, ekonomi, budaya, iptek maupun di bidang hukum.

Namun demikian, kenyataan di lapangan justru tidak sedikit bangunan ponpes kondisinya sangat memprihatinkan, ruang kelas belajar yang tidak nyaman, fasilitas belajar yang tidak memadai serta fasilitas pendukung lainnya seperti toilet dan asrama sebagai ruangan pondokan para santri yang kondisinya sudah rusak.

Hal itu yang mendasari anggota DPR RI, Haerudin Amin, S.Ag., MH melakukan roadshow kunjungan ke tiga pondok pesantren (Ponpes) diantaranya ke Ponpes Nurul Huda asuhan KH.Saefurrosyad yang berlokasi di Kampung Pasir jati Desa Peundeuy Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut, Ponpes An-Nur asuhan KH. Kholil serta Ponpes Assalam asuhan KH Nana Taryana di daerah Kabupaten Garut Selatan.

“Banyak Pesantren yang membutuhkan uluran tangan sekaligus perhatian dan dukungan dari pemerintah, sebab dari ponpes banyak melahirkan ulama, kyai, serta sumber daya manusia yang eksistensinya tidak diragukan. Untuk itu, pesantren harus punya tempat yang pantas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan dukungan serta perhatian pemerintah harus nyata,” tegas legislator dari Fraksi PAN ini, dalam press realease yang diterima redaksi kemarin.

Haerudin Amin berpoto bersama para santri

Sebagai mandatory konstitusional, ia menilai hal itu berada di pundak pemerintah. Untuk itu, pembangunan berbasis pendidikan keagamaan yang sejauh ini pengelolaannya di ponpes sejatinya harus mendapatkan dukungan dan peran pemerintah secara nyata.

Pesantren tak pernah berhenti mencetak kader pemimpin bangsa. Begitu pula pesantren pun berkontribusi secara aktif terus menerus terlibat penuh mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. Santri, yang dibina dan dididik tidak hanya sekedar menjadi peserta didik mengaji kitab klasik bersama kyai sebab ada makna lain santri selain memperdalam keilmuan agama ketika saat itu Indonesia masih dalam penjajahan kolonial. Saat itu binaan dan didikan menjadi santri siap berjuang sangat didengungkan demi membela negara, mengusir penjajah dan tidak bergantungan dengan penguasa kolonial. Dan sikap kebangsaan ini selalu ditekankan di pesantren,” ujar Haerudin yang terpilih dari dapil Jabar XI ini.

Dipaparkan Haerudin, dalam sejarah mencatat bahwa santri dan para ulama adalah basis kekuatan dan Keutuhan NKRI. Dengan demikian anggota Komisi IX ini juga mengingatkan apa yang seharusnya pemerintah berikan bagi ponpes-ponpes di tanah air, dilihat dari eksistensi pesantren yang juga sebagai problem solver kepada masyarakat, dan sebagai pemberdayaan masyarakat malah ia memandang peradaban Indonesia hingga hari ini tidak lain buah dari pendidikan pesanten.

Semangat pendidikan Islam pesantren sesuai dengan nilainilai multikulturalisme di Indonesia yang bisa menjadikan masyarakat beragama yang santun, ramah dan beradab. Semangat multikulturalisme itu diyakini Haerudin karena untuk menghindari terjadi konfik yang bernuansa perbedaan.

“Multikulturalisme adalah cara untuk mewujudkan dunia yang damai, sejahtera, aman, saling menghargai dan mengakui terhadap perbedaan,” tandasnya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017