Walikota: Dikembangkanlah Tri Kerukunan Plus

11 November 2011 / 03:09 Dibaca sebanyak: 433 kali Tulis komentar

Bandung, (lintasjabar.com) – Empat tahun lalu, tepatnya 10 November 2007, di halaman kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Barat, Jalan Sancang Bandung, 17 pemuka agama yang ada di Bandung seperti alm KH Imam Shonhaji (islam), pdt Albertus Patty (kristen), Handojo Ojong (Budha), Js Sukotjo S. Bambang (khonghucu), Romo Dedy Pradipto (katolik), dan Made Dwiana (Hindu) mendeklarasikan 5 kesepakatan yaitu, umat beragama Kota Bandung adalah bagian dari bangsa Indonesia yang senantiasa menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, selalu berjuang untuk tegaknya hukum dalam mewujudkan kesejahteraann keadilan, dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagian bersama, mengembangkan sikap toleransi, tenggang rasa dan saling menghormati, serta selalu bekerjasama untuk berperan dalam mengatasi masalah-masalah sosial dan lingkungan. yang kemudian 5 butir deklarasi tersebut dikenal dengan “deklarasi sancang”.

Kamis (10/11) malam, bertepat di Kong Miao MAKIN (Majelis Agama Khonghucu Indonesia), jalan Cibadak No. 225i, diselenggarakan syukuran memperingati empat tahun deklarasi sancang tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Bandung Dada Rosada, Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (Flads) Kiagus Zaenal Mubarok, dan para deklarator deklarasi sancang.
Walikota Bandung Dada Rosada dalam sambutannya mengatakan bahwa Bandung sebagai rumah bersama yang terbuka bagi warga muslim maupun non muslim, karena Bandung dibangun bukan hanya oleh orang muslim saja. Karena itu menurutnya salah satu agenda prioritas pembangunannya bukan Bandung Islamis, tetapi Bandung Agamis.
Agar tercipta Bandung yang kondusif, maka menurut Dada dikembangkanlah Tri Kerukunan plus, yaitu kerukunan antar umat beragama, sesama pemeluk agama, dan antara Pemerintah dengan umat beragama, ditambah dengan kerukukan antar etnis. “memang di Bandung bukannya tidak ada bibit permasalahan, tetapi hal itu dapat diminimalisir dengan adanya tri kerukunan plus tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Dada juga mengusulkan agar kegiatan FLADS, ke depannya dapat dirasakan oleh warga masyarakat lainnya, karena menurutnya saat ini kegiatan FLADS baru dirasakan oleh beberapa orang atau golongan saja, belum menyentuh kepada masyarakat lainnya.

“Saya berharap agar kegiatan flads berikutnya dapat menyentuh masyarakat kebanyakan, misalnya saja dengan mengadakan bakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, agar banyak masyarakt yang mengetahui tentang forum lintas agama deklarasi sancang ini,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut ketua FLADS Kiagus Zaenal Mubarok biasanya agama di beberapa tempat menjadi sumber permasalahan, tetapi menurutnya seharusnya agama itu menjadi solusi dari permasalahan. “Biasanya agama di beberapa tempat itu menjadi permasalahan, tetapi seharusnya kebalikannya, agama itu menjadi solusi dari permasalahn tersebut,” ujarnya. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Logo Pemprov Jabar

Jadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Bulan Nopember s/d Desember 2017

No. HARI/TANGGAL WAKTU NAMA KEGIATAN MATERI SENI TEMPAT PELAKSANA BIDANG/UPTD
1 Jumat 3 Nopember 2017 19.30 selesai Pemutaran film Bulan Purnama Sinema Tea House Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
2 4 s.d 5 Nopember 2017 09.00 s.dselesai Pasanggiri Degung Tingkat Jawa Barat Pasanggiri Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
3 Sabtu 11 Nopember 2017 19.30 s.d.selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
4 Kamis s.d Rabu 16 s.d 22 Nopember 2017 09.00 selesai Festival Drama Musical Festival Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
5 Kamis s.d Minggu 16 s.d 19 Nopember 2017 09.00 selesai Mitra Praja Utama MPU Pergelaran seni, out bond, diskusi/seminar Lembang Bidang Kebudayaan
6 Sabtu 25 Nopember 2017 19.30 s.d selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung Kesenian Rumentang Siang Balai Pengelolaan Taman Budaya
7 Selasa s.d Kamis 5 s.d 7 Desember 2017 09.00 selesai Bandung Internasional Digital Art Festival (BIDAP) - Workshop
- PameranPerpomance
Bidang Industri Pariwisata
8 Sabtu 9 Desember 2017 Ciletuh Geopark Festival Pergelaran seni Ujung Genteng Kab. Sukabumi Bidang Kebudayaan
9 Sabtu 9 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Wayang Golek Pergelaran Wayang Golek Gedung PPK Balai Pengelolaan Taman Budaya
10 Rabu s.d Sabtu 27 s.d 30 Desember 2017 08.30 selesai Binojakrama Pedalangan Binojakrama Pedalangan Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
11 Minggu 31 Desember 2017 19.30 selesai Pergelaran Aneka Ragam Seni Bajidoran Gedung Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya
Doc. Humas Disparbud Jawa Barat 2017