11 Arah Kebijakan Pembangunan Jawa Barat

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan kebijakan pembangunan tahun 2011 merupakan bentuk penguatan atas apa yang sudah dijalankan sejak tahun 2009. Sehingga proses pembangunan yang dijalankan merupakan kesinambungan dan berkelanjutan. Memasuki tahun 2011, kebijakan pembangunan dan implementasi kegiatan sejak tahun 2009 terus diperkuat. Dan berdasarkan kerangka pemikiran penyusunan rencana induk, sintesa permasalahan dan kerangka model pembangunan berkelanjutan, maka ada 11 arah kebijakan pembangunan dan perekonomian Jawa Barat.

Menurut Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja menjelaskan kesebelas arah kebijakan itu meliputi; Penambahan kegiatan ekonomi produktif di sektor pertanian atau perdesaan melalui pendekatan diversifikasi usaha dan berbagai pemberdayaan; Peningkatan daya saing industri manufaktur; Perluasan produk agroindustri melalui pendekatan peningkatan rantai nilai dari hulu sampai hilir; Pengembangan ekowisata, agrowisata, wisata budaya didukung infrastruktur; Menginternalisasikan masalah lingkungan dalam kebijakan pembangunan; Mengintegrasikan aspek lingkungan dalam bisnis.

Selain itu lanjut Deny masalah ketersediaan infrastruktur yang memadai baik jalan, irigasi, listrik, bandara, pelabuhan, pusat pemasaran dilaksanakan secara bertahap; Utilisasi energi air dan panas bumi; Perluasan akses pasar (lokal, regional, nasional dan internasional) bagi produk Jabar melalui promosi; Peningkatan skill pelaku ekonomi melalui berbagai strata UKM dan industri, perdagangan; Penguatan kelembagaan (regulasi dan kebijakan yang hati-hati, fokus dan tepat sasaran, transparan, keberpihakan, koordinasi dan sinergitas).

Berdasarkan arah perekonomian Jawa Barat tersebut, maka orientasi pembangunan sektoral adalah peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pendekatan intensifikasi dan perluasan produk agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah, penguatan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB, pengembangan ekowisata, agrowisata, wisata budaya dan ziarah, peningkatan pemanfaatan energi potensial panas bumi dan air. Prasyarat implementasi arh kebijakan itu yakni  ketersediaan infrastruktur fisik yang memadai, peningkatan pengetahuan pelaku ekonomi, penguatan kelembagaan yang ditopang oleh mekanisme Public Private Partnership.

Terkait dengan rencana penguatan sektor pertanian melalui penambahan kegiatan ekonomi produktif di sektor pertanian atau perdesaan termasuk perluasan produk agroindustri dalam rangka peningkatan pendapatan petani sekaligus perlindungan lingkungan. Untuk itu  dilakukan pembenahan dan peningkatan dari berbagai lini baik dari sisi produksi yang berorientasi pada pasar maupun distribusi atau pemasarannya. Sehingga sejumlah program yang sudah digulirkan pad tahun 2009, akan terus diperkuat. Seperti Program  Pengembangan sistem usaha tani terpadu Gerakan Multi Agribisnis (GEMAR); Pengembangan agroforestry di area lahan kritis; Gerakan Pengembangan Perikanan Muara Pantai Selatan (GAPURA SELATAN); Gerakan Pengembangan Perikanan Pantai Utara (GAPURA UTARA); Pengembangan dan penguatan komoditas unggulan daerah; Gerakan Pengembangan dan Perlindungan Pasar Tradisional (GEMPITA); Pengembangan Lumbung Pangan dan Desa Mandiri Pangan.

Begitupun dengan sektor industri pengolahan diarahkan pada penguatan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB melalui upaya mempertahankan industri yang ada dengan melakukan product development, perluasan pasar, aliansi startegi usaha dan pembenahan terhadap hambatan-hambatan untuk memperkuat struktur industri di Jawa Barat lebih kuat. Pada tahun 2011 dari lima kebijakan, yaitu: peningkatan daya saing, penguatan rantai nilai, pengembangan industri kreatif, optimalisasi keberadaan PPTSP (Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu), dan pendekatan EPR ( Extended Producer Responsibility), terdapat beberapa langkah yang merupakan kelanjutan tahun 2010, terutama pengembangan SDM dan teknologi dalam peningkatan daya saing melalui perintisan terwujudnya West Java Techno Park di kawasan dan dalam kluster-kluster industri.

Pengembangan sektor pariwisata diarahkan pada tumbuh kembangnya lokasi dan tipe wisata unggulan di tiap kabupaten/kota di Jawa Barat sesuai karakteristik lokal masing-masing daerah. Pada tahun 2011, pengembangan sektor pariwisata berlanjut sesuai pencapaian pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2011 diharapkan lokasi dan tipe wisata sudah siap beroperasi, sehingga dapat dipromosikan untuk mengundang calon pengunjung, ditopang dukungan promosi akomodasi wisata yang semakin baik untuk tinggal lebih lama dalam kunjungan.

Rencana utama pemanfaatan sektor energi panas bumi dan air ditujukan untuk meningkatkan utilisasi potensi energi panas bumi dan air dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi domestik terutama untuk sektor manufaktur yang relevan, maupun untuk di jual ke daerah lain. Pada tahun 2011, diharapkan database sudah memadai dan tim pengelola sudah siap dengan pilihan teknologi eksploitasi energi panas bumi dan air. Pada tahun ini seyogianya sudah tersedia pembiayaan untuk eksploitasi dan pengolahannya. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan