Kerajinan Batik Harus Didorong Menjadi Industri

10 November 2010 / 15:29 Dibaca sebanyak: 358 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta semua pihak untuk bersama peduli melestarikan dan mengembangkan industri kerajinan batik. Apalagi kerajinan batik sudah mendapat pengakuan internasional, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui badan dunia untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya (UNESCO), menyatakan bahwa batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan Bangsa Indonesia. Hal itu ditegaskannya saat membuka Sarasehan Batik Jawa Barat, Selasa (9/11) kemarin di PVJ Sukajadi.

Sebagai warisan dunia, tentunya batik memiliki nilai lebih. Untuk itu pemanfaatan batik tidak hanya sekedar produk rumahan, tapi lebih dari itu bisa dikembangkan menjadi sebuah industri. “Dengan melestarikan sekaligus mengembangkan batik akan mendorong pertumbuhan industri kerajinan khususnya batik. Pada gilirannya diharapkan dapat mengakselerasi pergerakan perekonomian masyarakat pembatik, sekaligus memperkuat struktur ekonomi Jawa Barat secara umum,” ujar Heryawan.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2009 terdapat 377 pengrajin batik yang tersebar di 16 kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat. Jumlah itu belum termasuk 250 pengrajin batik yang terdaftar di Yayasan Batik Jawa Barat. Meski dari segi jumlah belum begitu besar, namun kontribusi penyerapan tenaga kerja cukup signifikan. Ada sekitar 3.796 tenaga kerja yang melakoni batik sebagai mata pencahariannya.

“Batik menjadi potensi ekonomi baru, begitu juga dengan jenis kerajinan lainnya, seperti bordir yang juga menunjukan kemajuan pesat. Apalagi kenyataan saat ini, banyak kerajinan khas Jawa Barat yang diminati turis asing juga para pembeli mancanegara. Tinggal bagaimana kita menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan para pengrajin di Jawa Barat. Semua harus mendukung.  Dan semua itu harus digali dan dikembangkan demi mendorong akselerasi perekonomian daerah.,” ujar Heryawan. (Zaen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.