Lahan TPS Milik PDAM Akan Dijadikan RTH

25 April 2011 / 17:35 Dibaca sebanyak: 524 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Direktur Utama PDAM Tirta Wening Kota Bandung Pian Sopian mengatakan tak akan mengulang kesalahan menggunakan lahan untuk pembangunan, misalnya gedung PDAM yang sekarang dipergunakan, lebih banyak bangunannya dibandingkan dengan RTH.sehingga menolak pengusaha yang akan menyewa lahan kosong miliknya seluas 8.000 meter persegi yang dulu sempat digunakan sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Balubur tersebut, merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) milik Pemkot Bandung.

Lanjut mantan Direktur Air Limbah ini,kami menolak tegas penyewaan lahan tersebut. Kami tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, seperti gedung PDAM ini yang seharusnya 40% untuk bangunan, tetapi yang dibangun 60% dari luas yang ada. Tetapi dulu memang terpaksa karena sudah jadi,” imbuhnya kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak perusahaan di Kantor PDAM Tirta Wening Kota Bandung Jalan Badak Singa no 2 Bandung, Senin (25/4)

Selain itu, menurut Pian, Pemkot Bandung saat ini tengah memperluas RTH untuk mencapai 30%. Menurut Pian, sebagai bagian dari Pemkot Bandung, PDAM tentu akan mendukung program tersebut,imbuhnya searaya menertangkan PDAM sebagai bagian dari pemkot, kebijakan tidak boleh bertentangan dengan RTH, pembangunan Masjid Gedung Sate saja ditolak Pemkot, dan pom bensin (SPBU) diubah jadi RTH.

“Masa ini yang RTH malah dibangun,” tuturnya seraya menjelaskan perusahaan tersebut berniat menyewa lahan selama 30 tahun, yang akan digunakan untuk rumah susun (rusun) sewa mahasiswa.

Ditegaskannya, di sekitar kawasan tersebut banyak kampus, jadi perusahaan tersebut akan membuat rusun untuk mahasiswa.

Saat ini pihak PDAM tengah melakukan penghijauan dan pembentengan lahan kosong tersebut. “Kami mulai melakukan penghijauan dengan penanaman pohon dan pembentengan.

Hal itu dilakukan untuk menghijaukan Bandung dan menghindari penggunaan untuk perdagangan karena sekarang sudah banyak tukang meubel di sekitar kawasan tersebut. Jadi daripada keburu masuk, lebih baik dibenteng. “Untuk ke depannya akan dijadikan perluasan instalasi air,” jelas Pian Sopian. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.