Dada Rosada, “Kemajuan Pendidikan Harus Paralel”

2 Mei 2011 / 21:07 Dibaca sebanyak: 436 kali Tulis komentar

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Diungkapkan Wali Kota Bandung, H Dada Rosada saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Bandung Senin (02/05), di Plaza Balaikota Jalan Wastukancana 2 Bandung, kebijakan pemberian beasiswa program corporate social responsibility (CSR), merupakan kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha. Bantuan yang menurutnya sangat berarti bagi siswa dan meringankan beban pemerintah, termasuk Kota Bandung dengan program Bawaku sekolahnya.

Disamping itu, dirinya juga mengajak pelaku usaha lainnya di Bandung, merealisasikan program CSR nya tidak saja terhadap penguatan pendidikan tapi juga dibidang-bidang lain diantaranya kesehatan, kemakmuran, lingkungan hidup, seni budaya, olah raga dan bidang keagamaan.

“Pendidikan bisa mengubah wajah masyarakat yang semukla bodoh dan terbelakang menjadui mjau dan modern. Pendidikan sangat strategis untuk meeraih derajat kehidupan dan mencetak SDM berkualitas. Kemajuan pendidikan pun harus diupayakan paralel dengan kemajuan bidang-bidang kehidupan lainnya,” tandasnya.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI, Mohamad Nuh dalam sambutan tertulis menyatakan, manusia merupakan pemeran utama dari obyek dan subyek keilmuan dalam memanusiakan manusia. Manusia yang menurutnya harus memiliki kemampuan menjawab persoalan kekinian dan kenantian (antispasi) demi kemuliaan diri.

Menghadapi tantangan global dan internal, menteri menambahkan, pentingnya bangsa Indonesia terus lebih memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai bangsa. Menurutnya, pendidikan yang akan dibangun bukan sekedar pendidikan berkarakter yang berbasis kemuliaan diri semata, karakter yang hanya santun tapi karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaran intelektual membangun kreativitas dan daya inovasi.

Karakter itu tandasnya karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Ini alasan kata menteri, mengapa tema Hardiknas 2011 adalah pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa dengan subtema raih prestasi junjung budi pekerti.

“Pendidikan adalah daya upaya memajukan budi pekerti, kekuatan batin dan karakter, pikiran dan intelektual serta jasmani anak didik,” ungkapnya menyitir perkataan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro.

Menteri mengajak stakeholder pendidikan terutama kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar pada peserta didik. Perhatian dan pendampingan membentuk menumbuhkan pola pikir dan perilaku berbasis kasih sayang dan toleran terhadap realitas keragaman. Perhatian itu bisa berbentuk ruang aktivitas positif sehingga dicegah tumbuhnya pemikiran dan perilaku distruktif, anarkis, kekerasan dan radikalisme.

Pada kesempatan itu, Walikota Bandung menyerahkan bantuan beasiswan dari PT Jamsostek (Persero) untuk 630 siswa SD, SMP, SMA/SMK dan Mahasiswa. Nilai nominal beasiswa, SD dan SMP masing-masing sebesar Rp 1,8 juta, untuk SMA, SMK dan Mahasiswa masing-masing Rp Rp 2,4 juta. Penerima merupakan putera/i dari pegawai perusahaan di wilayah Kota Bandung yang menjadi peserta Jamsostek. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.