46 Ribu Siswa Kota Bogor Ikut MOS

18 Juli 2011 / 12:52 Dibaca sebanyak: 457 kali Tulis komentar

BOGOR (Lintasjabar.com),- Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD) di lingkungan Sekolah Menengah Pertama dan Atas se-Kota Bogor tahun ajaran 2011/2012 resmi dimulai, Senin (18/7).

Diperkirakan terdapat sekitar 46 ribu siswa baik dari Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas mengikuti masa orientasi yang akrab disebut MOS. MOS akan dilakukan selama tiga hari ke depan, dari hari Senin sampai Rabu (18-20/7).

Upacara pembukaan digelar di Plaza Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor. Upacara pembukaan MOS diikuti oleh ratusan siswa dan siswi perwakilan dari 10 sekolah di Kota Bogor.

Kepala Seksi Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bogor Jaja Koswara mengatakan bahwa sedikitnya terdapat 100 ribu peserta didik di level Sekolah dasar, 25 ribu peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan 20 ribu peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas yang akan mengikuti kegiatan MOS tahun ajaran 2011/2012 ini.

”Kegiatan MOS berlangsung tiga hari yang wajib dilaksanakan. Tiga hari lagi adalah pembentukan karakter,” ujar Jaja usai upacara pembukaan MOS di Balaikota.

Jaja menjelaskan bahwa sesuai anjuran pemerintah, pelaksanaan MOS tahun 2011/2012 ditekankan untuk membangun pendidikan karakter.

Peserta MOS tidak boleh dipelonco.

Dinas Pendidikan Kota Bogor akan memonitor setiap sekolah. Bila ada yang menyimpang, akan ditindak. ”Kalau nanti ada atribut yang tidak bermakna, tidak beralasan, kita akan bertindak kepada sekolah tersebut,” tegas Jaja.

Dalam orientasi, para peserta didik akan mendapatkan beragam bekal, mulai dari materi wawasan kebangsaan hingga wawasan wiyata mandala. Selama orientasi, peserta didik dilarang keluar dari sekolah.

Sedangkan dalam pendidikan berkarakter, di luar dari kegiatan wajib, sekolah bisa menambahkan materi yangs sesuai dengan kegiatan sekolah, seperti Pramuka, PMR, olahraga ataupun kesenian.

”Outbond boleh. Bagaimana mereka menyikapi karakter apa yang ingin dituju dengan kegiatan outbond. Apa yang ingin ditanamkan, misalnya menanamkan kedisiplinan, bekerja sama,” jelas Jaja. (swd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.