,

DPRD Jabar Dorong Percepat Pembangunan Venue PON

27 April 2015 / 13:52 Dibaca sebanyak: 497 kali Tulis komentar

BANDUNG LJ – DPRD Jawa Barat terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan percepatan pembangunan venue yang akan digunakan Pekan Olahraga Nasional XIX 2016 mendatang. Hal ini dikarenakan pelaksanaan yang dirasa sudah semakin mepet.

Selain itu, pemprov pun berjanji akan menuntaskan pembangunan venue pada 2015 ini. Anggota Komisi IV DPRD Jabar Ricky Kurniawan mengatakan, saat ini masih banyak pembangunan venue PON yang tidak sesuai harapan.

Pembangunannya baru mencapai 30 persen sehingga masih banyak yang harus dibangun. Bahkan, menurutnya pun terdapat proyek venue yang sudah putus kontrak, seperti venue tinju di Sukabumi.

“Hal ini harus disikapi serius, jangan dibiarkan begitu saja. Ini penting karena kalau tidak selesai pembangunannya, akan mencoreng kita (Jabar),” kata Ricky Minggu (26/4).

Maka dari itu, pihaknya berharap pembangunan venue bisa berjalan secara optimal. Salah satunya dengan adanya akselerasi dari pemprov.

“Kita berharap pemprov melakukan percepatan. Untuk kepentingan finishing venue-venue, diharapkan bisa cepat,” katanya seraya menyebut pihaknya akan mendukung penuh terutama jika diperlukan adanya tambahan anggaran.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan optimistis persiapan akan tuntas sesuai jadwal. Pihaknya pun terus melakukan persiapan dan upaya percepatan.

Salah satunya dengan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. “Kita instruksikan semuanya, pembangunan venue PON harus ada percepatan, yang lain boleh ditunda, tapi  yang PON jangan ditunda,” Heryawan yang juga Ketua PB PON Jabar, Minggu (26/4).

Menurutnya, saat ini Jabar harus fokus ke PON setelah usainya Konferensi Asia Afrika. Terlebih, pelaksanaan PON XIX Jabar merupakan even yang luar biasa. Sehingga pihaknya berharap gelaran PON bisa berjalan dengan optimal dan lancar. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.