,

P2APBD 2014 Tidak Transparan, Dewan Minta Audit Investigasi RSUD Al Ihsan

2 Juli 2015 / 12:48 Dibaca sebanyak: 724 kali Tulis komentar

BANDUNG LJ –  Berdasrkan hasil kajian dan pendalaman Fraksi  Repormasi Nurani Rakyat (FRNR) DPRD Jawa Barat  yang merupakan gabungan dari Partai Nasdem dan  Hanura terhadap nota pengantar pertanggungjawaban dan pelaksanaan APBD (P2ABPD) Jabar tahun 2014, menemukan adanya kejanggalan dan ketidak singkronan antara  laporan realisasi anggaran (LRA) yang disampaikan Gubernur dengan Manajemen RSUD Al Ihsan.

Rustandie

Rustandie

Menurut anggota FRNR DPRD Jabar H. Rustandie mengatakan, Pemprov dalam membuat Laporan Realisasi Angaran (LRA) 2014 untuk urusan pemerintahan bidang Kesehatan  terutama untuk organisasi RSUD Al Ihsan Jabar yang terletak di  Baleendah Kab Bandung tidak sesuai dengan fakta di lapangan.  Dimana dalam LRA yang disampaikan Gubernur dalam Nota pengantar P2APBD disebutkan bahwa RSUD Il Ihsan pada tahun 2014 mengalami  defisit sebesar Rp.32 Miliar.

Sementara laporan keuangan yang kami minta langsung ke pihak Manajemen RSUD Al Ihsan pada saat rapat kerja  untuk dicocokan dengan LRA ditemukan adanya kas si BLUD sampai dengan sebesar Rp. 19,7 Miliar.   Logikanya sehat,  ini  berarti tidak defisit, tetapi  kenapa Gubernur dalam Nota pengantar P2APBDnya  melaporkan deficit,  ada apa ini ?”  ujar Rustandie penuh keanehan saat dihubungi Kamis (2/7).

Perlu diketahui bahwa  RSUD Al Ihsan sudah blud dengan katagori penuh sebagai mana diatur dalam peemendagri No 61 tahun 2007 , sehingga dalam pelaporannya harus membuat neraca, arus kas, laporan operasional. Hal ini, agar masyarakat paham, siapa yang tidak transparan ?” ujarnya.

Untuk itu, kata Rustandie, Fraksi RNR meminta agar segera dilakukan audit oleh lembaga indevenden, karena banyak penggunaan anggaran tidak dilaporkan ke DPRD, mungkin menganggap dewan tidak akan tahu sampai kesitu.

Kita juga mempertanyakan uang sebesar Rp.19,7 miliar tersebut ada dimana ?…., Makanya perlu dilakukan audit investigasi oleh lembaga indevenden terhadap RSUD Al Ihsan,” tegasnya.

Sementara itu ,  berdasarkan kajian dan pendalaman Fraksi  Partai Demokrat , ternyata reliasasi anggaran untuk  RSUD Al Ihsan hanya dapat terealisasi sebesar 59,55 persen dari total anggaran yang ditetapkan dalam APBD Jabar tahun 2014 lalu.  Tidak maksimalnya realisasi anggaran di RSUD Al Ihsan ini, tentunya harus menjadi perhatian Gubernur,. Hal ini agar di periode tahun 2015 ini tidak terulang lagi, demikian isi pamandangan umum Fraksi Partai Demokrat. (Ydi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.