Perusak Lingkungan Harus Ditindak Tegas

27 Juli 2015 / 20:54 Dibaca sebanyak: 489 kali Tulis komentar

BANDUNG LJ – Kemarau berkepanjangan menyebabkan kekeringan yang terjadi saat ini di hampir seluruh wilayah Jawa Barat menjadi bukti rusaknya lingkungan di tatar Parahyangan. Padahal, musim kemarau belum lama terjadi dan belum memasuki puncaknya.

Pemerintah pun dituntut lebih tegas lagi dalam menindak pelaku kerusakan lingkungan, terutama di kawasan hulu yang menjadi daerah resapan air. Hal ini diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga, saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (27/7).

Menurut Yod, kerusakan lingkungan di Jabar sudah lama terjadi dan massif. Hal ini akibat alih fungsi lahan di sebagian besar wilayah Jabar, terutama di kawasan hulu.

Kawasan hulu yang seharusnya menjadi daerah resapan air, kata Yod, tidak berfungsi akibat alih fungsi lahan menjadi berbagai bangunan. “Makanya kalau hujan, sudah pasti banjir. Begitu pun kemarau, langsung kekeringan,” kata Yod.

Yod menilai, kondisi ini terjadi karena lemahnya tindakan pemerintah terhadap perusak lingkungan. “Baik provinsi maupun kabupaten/kota, sama saja, belum tegas,” ucapnya.

Yod berharap pemerintah dan pihak terkait lainnya bisa menindak tegas setiap pelaku kerusakan lingkungan. “Harus tegas kepada siapa pun yang mengganggu dan merusak lingkungan. Mau nunggu sampai semuanya rusak?” tanya Yod.

Lebih lanjut Yod katakan, selain rusaknya kawasan hulu, kekeringan saat ini pun terjadi karena tidak maksimalnya perawatan bendungan dan irigasi. “Bendungan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Daerah irigasi juga banyak yang tidak terpelihara,” katanya.

Menurut Yod, tidak maksimalnya perawatan ini dikarenakan minimnya anggaran pemerintah. Bahkan, tambahnya, minimnya anggaran ini terlihat dari tidak adanya irigasi pada daerah pertanian.

“Bahkan ada daerah pertanian yang tidak mempunyai anggaran perawatan irigasi. Itu kan ironis,” katanya. Hal ini pun berdampak pada berkurangnya produksi pertanian Jabar. (Ydi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.