DPRD Jabar Dukung Keputusan MK Referendum Terkait Pemilukada

7 Oktober 2015 / 01:06 Dibaca sebanyak: 384 kali Tulis komentar

BANDUNG LJ – Kalangan DPRD Jawa Barat mendukung keputusan Mahkamah Konstitusi terkait referendum pada pemilihan kepala daerah serentak 2015. Dengan adanya keputusan tersebut, pilkada di Kabupaten Tasikmalaya tetap bisa dilakukan meski hanya memiliki satu pasang calon.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Tate Qomarudin, mengatakan, pemilihan referendum lebih tepat ketimbang harus menunda pelaksanaan pilkada. Di samping akan menjamin hak berpolitik masyarakat, referendum ini bisa menghindarkan kabupaten/kota dari adanya kepemimpinan sementara.

“Daripada dipegang dua tahun oleh plt (pelaksana tugas kepala daerah), lebih baik ya seperti ini (referendum),” kata Tate di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (7/10).

Selain itu, Tate menilai, adanya calong tunggal dalam pilkada ini pun tidak akan mengurangi kualitas calon kepala daerah.

“Saya rasa tidak. Dan itu resiko politik,” katanya. Tate menjelaskan, dilakukannya referendum pada pilkada 2015 merupakan pengalaman pertama bagi Jabar maupun tingkat nasional.

Oleh karena itu, Tate meminta Komisi Pemilihan Umum selaku penyelenggara pilkada serentak agar mempersiapkan aturan yang tepat terkait referendum. “Perlu aturan yang teknis terkait dengan implementasinya,” kata Tate.

Terlebih, aturan baru ini sangat penting jika calon tunggal yang ada kalah dalam pelaksanaan referendum tersebut. “Nah itu bagaimana? Ranahnya ada di KPU,” katanya.

Maka dari itu, Tate pun meminta KPU lebih aktif dalam merumuskan peraturan terkait referendum. “Harus berdiskusi dengan DPR RI, supaya KPU tidak blunder. KPU harus membuka diri, agar tidak blunder,” pungkasnya. (ydi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.