Make Up 1.000 Wajah di Kota Bandung Siap Pecahkan Rekor ORI

26 November 2017 / 21:36 Dibaca sebanyak: 235 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Pemerintah Kota Bandung akan terus berupaya mendorong hal hal positif terlebih kreatifitas serta kemandirian masyarakat untuk menunjang kebutuhan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto usai sambutan pembukaan Program Pesona IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) tingkat Kota Bandung di Ballroom Ibis Hotel Jalan Gatot Subroto Sabtu (25/11/2017).

“Bandung adalah kota yang terbatas dari segi sumber daya alamnya, untuk itu  kita perlu cara  cara yang kreatif untuk menunjang kebutuhan, make over kelas  adalah salah satu usaha kreatif yang bisa jadi alternatid penunjang kebutuhan” ujar Yossi.

Yossi menambahkan usaha tersebut akan terus didorong dan dikembangkan pemerintah, ia kemudian mengapresiasi acara yang diinisiasi DPC IWAPI Kota Bandung yang dihadiri sekitar 1000 orang peserta tersebut.

“Untuk itu kita sebagai pemerintah perlu mendorong serta membantu mengembangkan usaha kreatifitas yang menunjang terhadap kemandirian” Jelas Yossi Irianto. Dalam acara tersebut sekitar Seribu wanita menggunakan kebaya siap memecahkan rekor Original Rekor Indonesia (ORI) yaitu make up 1.000 wajah.

Sedang menurut Ketua DPC Iwapi Ega Megantari, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Setelah belajar mendandani diri sendiri akan mendandani orang lain. ia juga mengatakan peserta yang hadir di pemecahan rekor ini berasal dari Jawa Barat tidak hanya kota Bandung saja.

Tujuan kegiatan ini terangnya, adalah menumbuhkan kreatifitas intelektual wanita untuk menciptakan kesempatan kerja, pendapatan dan kesejahteraan. Peserta wanita tampak cantik menggunakan kebaya dengan model yang berbeda-beda, Setiap peserta sudah mulai menggunakan make up mulai dari merapikan alis, dan menggunakan bedak. Berkesempatan hadir dalam acara ini Ketua TP PKK Kota Bandung Atalia Ridwan Kamil serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Sri Yossi. (Herdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.