Dadang Rusdiana Janji Perjuangkan Nasib Guru Swasta Hingga Dapat Perhatian Serius Pemerintah

1 Desember 2017 / 21:01 Dibaca sebanyak: 358 kali Tulis komentar

FOSE: Anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana berfose bersama perwakilan guru yang tergabung dalam MGMP PPKn Kab. Bandung

BANDUNG, LJ – Persoalan dan permasalahan yang dihadapi para guru merupakan persoalan bersama yang harus dituntaskan. Kesejahteraan para guru sejauh ini kerap menjadi permasalahan besar, karena keterbatasan anggaran dan tarik menarik antar stakeholder.

Menyoal hal itu, dalam press realease yang diterima redaksi, anggota Komisi X DPR, Dadang Rusdiana menegaskan pengangkatan guru honorer saat ini diutamakan yang K2 dan itu belum selesai akibat adanya belum ada pembahasan dengan Kemernterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Kehadiran para guru ini untuk memperjuangkan nasib mereka baik terkait kenaikan pangkat maupun nasib para guru swasta yang selama ini belum mendapat perhatian serius pemerintah. Dan sebagai guru PPKN yang menyokong program revolusi mental Presiden Joko Widodo tentu paling menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura ini yang biasa disapa Kang Darus usai menerima 138 orang guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kabupaten Bandung, Jawa Barat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Diakuinya, pihaknya sudah menyampaikan tentang kesetaraan atau mengatasi kesenjangan antara guru swasta dan guru negeri. Bahkan, ia menandaskan sikap optimismenya untuk semua guru ini bisa diangkat dan diberikan statusnya sebagai guru tetap. Namun demikian, sambungnya, hal tersebut diperlukan waktu dan dukungan anggaran.

“Yang terpenting adalah, mungkin tidak perlu menjadi PNS tetapi pendapatannya seperti pendapatannya PNS. Inilah yang menjadi tujuan tentunya,” pungkasnya seraya berjanji akan terus memperjuangkan persoalan yang dihadapi para guru dan membahasnya di Komisi X. (Ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.