Selain Targetkan Pencapaian Kunjungan Wisatawan, 2018 Pemprop Jabar Rilis 12 Pasar Digital

21 Maret 2018 / 08:53 Dibaca sebanyak: 191 kali Tulis komentar

PURWAKARTA, LJ – Provinsi Jawa Barat sudah memiliki branding “Pesona Jawa Barat Indonesia” yang sudah di launching Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada 2017. Di dalam perencanaan tahun 2018, merupakan masa transisi dimana perencanaan bergantinya aspek-aspek kebijakan sebab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat pada tahun 2019 akan berganti RPJMD baru, yakni RPJMD 2019 hingga 2023.

Demikian disampaikan Kepala Disparbud Jabar, Ida Hernida SH M.Si. di hadapan 100 peserta dari dinas-dinas yang membidangi, Bappeda, komunitas serta asosiasi saat memberikan sambutan pembukaan Forum Perangkat Daerah di Hotel Prime Bukit Plaza Indah Purwakarta, yang akan berlangsung selama dua hari dari 20-21 Maret 2018.

Oleh karenanya, Ida berharap agar Forum Perangkat Daerah ini bisa dilaksanakan bersinergi antara kabupaten kota dengan Provinsi Jawa Barat.

“Provinsi Jawa Barat tidak memiliki wilayah, dengan adanya pertemuan ini agar supaya mensinergiskan antara kegiatan provinsi kab dan kota yang ada di Jawa Barat. Dan saat ini, Disparbud Jabar terus menerus memperbaiki sektor-sektor yang perlu diperbaiki,” ujarnya, Selasa (20/3/2018).

Menurut Ida, Perbaikan tersebut mulai dari sarana prasarana yang belum memenuhi standar. Sebab, sambungnya, pemerintah tidak mungkin membuat destinasi wisata di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat bila dalam pelaksanaannya tidak merangkul semua pihak terkait baik pihak swasta, media, komunitas dan stakeholder lainnya.

“Kami rangkul agar bisa menciptakan destinasi wisata andalan, dengan mendatangkan narasumber yang membidangi pariwisata dan kebudayaan agar pada pelaksanaannya, teori-teori yang diperoleh bisa langsung diterapkan menuju destinasi berkelas dunia,” terangnya.

Rencananya pada 1 Mei 2018 Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati akan mulai launching penerbangan pertama. Dan di bandara ini Pemprop Jabar telah berkoordinasi dengan BIJB, dimana pihak bandara menyediakan slot khusus bagi kabupaten kota di Jawa Barat yang akan menjadi show windows. Show window itu sendiri bisa dipergunakan untuk memperlihatkan kekayaan seni budaya Jawa Barat.

“Di tahun mendatang masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja, tetapi juga sebagai pelaku dan penggerak pariwisata. Target pada tahun 2018, wisatawan nusantara bisa mencapai, 8,5 juta dan wisatawan mancanegara 1,75 juta,” harapnya.

Sedang untuk tahun 2019, wisata halal harus sudah siap di kab kota se-Jawa Barat. Saat ini, Kab. Garut sudah siap menerapkan wisata halal. Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung akan mengikuti Kabupaten Garut dalam Wisata Halal.

Sementara itu di tempat sama, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Agus E. Hanafiah menjelaskan Jabar memiliki potensi wisata baik seni budaya yang beranekaragam dan memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga memiliki potensi strategis yang berada di kabupaten kota. Untuk itu, ia menilai diperlukan perencanaan yang komprehesif dalam pelaksanaan pembangunan.

Pada acara tersebut pun seluruh kabupaten kota di Jawa Barat mengusulkan di tahun 2019 mendatang ada 1 HaKI dan WBTB beserta kajiannya dan sudah dianggarkan. Sedang kini Jawa Barat pun sudah memiliki Pasar Digital sebanyak 12 kab kota.

12 Pasar Digital Jabar yang akan dirilis pada 2018 :

1. Pasar 7 Sungai, Desa Cibuluh, Kabupaten Subang
2. Pasar Ciung Wanara, Kabupaten Ciamis
3. Pasar Hawu, Citumang, Kabupaten Pangandaran
4. Pasar Buaya, Rancabuaya, Kabupaten Garut
5. Pasar Cikundul, Kota Sukabumi
6. Pasar Megalitikum, Lampegan, Gunung Padang, Kabupaten Cianjur
7. Pasar Gunung Panten, Kabupaten Majalengka
8. Pasar Tampomas, Kabupaten Sumedang
9. Pasar Jaringao, Padasuka Kota Bandung
10. Pasar Pager Wangi, Dago Giri. Kabupaten Bandung Barat
11. Pasar Geulis, Kota Depok
12. Pasar Batu Mayasih, Kabupaten Kuningan. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.