Kadisparbud Optimistis 2019 Jabar Gaet Wisatawan 10 Persen Dari Target Nasional

26 Desember 2018 / 09:16 Dibaca sebanyak: 371 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Setelah terbentuknya Forum Komunikasi dan Konsultasi Kepala Dinas Kabupaten Kota se Jawa Barat maka diharapkan dapat meningkatkan hubungan serta mengintensifkan koordinasi antar daerah sehingga program dari atas ke bawah dapat sejalan.

Hal ini pun sejalan dengan yang kerap kali digaungkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam program “ngabret”-nya agar pembangunan di Jabar  berjalan sinergis terlebih menjadikan Jabar sebagai provinsi pariwisata.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dusparbud) Jawa Barat, Ida Hernida pada Rapat Koordinasi (Rakor) III Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Barat di Hotel Aryaduta Jalan Sumatera Bandung, Rabu (26/12/2018).

Acara Rakor III yang mengusung tema ”Dari Biasa Menjadi Luar biasa Berpikir, Bertindak, Menghadapi  Perubahan Pariwisata Jabar di luar Nalar”, sambung Ida sebagai upaya dalam menyamakan persepsi antar kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Menurutnya, program kepariwisataan dari atas ke bawah harus berjalan sinergis dan saling mendukung sehingga berjalan efektif.

“Sejauh ini selain memberikan bantuan juga melahirkan ide-ide dari pak gubernur untuk diaplikasikan daerah-daerah se-Jabar sebagai bentuk dukungan beliau terhadap dunia pariwisata,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya sangat mendukung penuh apa yang dicanangkan gubernur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang pariwisata dalam segala sektor. Seperti halnya di dinas pertanian bisa menerapkan pariwisata pertanian dengan melakukan pembinaan dan edukasi terlebih dahulu.

Sementara menyinggung target kunjungan wisatawan ke Jabar pada 2019, Ida sangat optimistis dapat meraih 10 persen dari target nasional.

Diantaranya dapat menggaet kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 60 juta yang sebelumnya sudah mencapai 58 juta sedang wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 2 juta.

Pada kesempatan itu, Ida juga mengakui sejak dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris DPRD Jabar acapkali mempromosikan dan mensosialisasikan batik dengan dipadukan celana blue jeans. Selain mengikuti style kekinian, ia memandang hal tersebut juga memberikan dukungan kepada karya batik dan produsen blue jeans di Kota Bandung.

“Perpaduan atasan batik dan blue jeans tetap dipandang keren dan menarik. Ini bisa menciptakan perpaduan unik dan menarik yang lebih kontemporer dengan busana khas parahiyangan. Bahkan ini akan mengangkat kembali Kota Bandung sebagai kota (mode) jeans,” urainya.

Sedang Kepala Bidang Pemasaran, Iwan Darmawan, menyebutkan rakor III menghadirkan sejumlah pembicara yang kompeten di bidang pariwisata salahsatunya membahas berkaitan dengan judul The Magnificent Seven (tujuh yang luar biasa).

“The Magnificient Seven berkaitan analisis pasar, evaluasi kinerja pemasaran, strategi pemasaran pariwisata Jabar, calendar of event  Kabupaten/Kota Jabar, nomedic  travelerdan digital tourism, wonderfull west java, dan strategi promosi BIJB,” paparnya.

Strategi pemasaran BIJB masuk dalam agenda pembahasan dikarenakan akan memanfaatkan promosi Bandara terutama Aksebilitasnya,” tuturnya.

Tidak hanya menyamakan persepsi, lebih dari itu digelarnya rakor III bertujuan juga agar kabupaten dan kota dapat menyelenggarakan sebuah festival dengan baik.

“Kota dan kabupaten tidak hanya bagaimana menyelenggarakannya, tapi memahami pentingnya penyelenggaraan sebuah festival, yang pada akhirnya muaranya pada peningkatan ekonomi makro. Paling tidak, cara berpikirnya menjadi sama dalam sebuah perencana calendar of event di Jabar,” ujar Iwan.

Adapum menanggapi perpaduan batik dan blue jeans, Iwan menandaskan seluruh peserta sebelumnya memang diwajibkan hadir mengenakan kain blue jeans sebagai bentuk dukungan pada produsen blue jeans di Kota Bandung. Penggunaan pakaian ala cowboy (blue jeans) ini dengan syarat harus kain jeans lokal. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.