Pangdam Siliwangi Tandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama Dengan IPSI Jabar

7 Desember 2018 / 08:24 Dibaca sebanyak: 25 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) menandatangani Nota kesepakatan kerja sama latihan Pencak Silat Militer Maung Siliwangi Kodam III/Siliwangi dengan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Prov. Jabar di RM. Clony Corner Jalan Sumatera Bandung kemaren, Jumat (7/12).

Kerja sama ini ditandatangani mengingat Indonesia sangat kaya terhadap seni dan budaya tentang kearipan lokal diantaranya pencak silat yang harus dijaga dan dipertahankan.

“Kita meresmikan karya kita bersama tentang Pencak Silat Militer yaitu Pencak Silat Maung Siliwangi,” ujar Ketua IPSI Jabar Phinera Wijaya.

Menurutnya, penting diingat kedepannya untuk tetap harus menyamakan visi dan misinya serta tujuan untuk menjaga keutuhan NKRI di masa depan.

“Upaya ini sudah kita awali didalam pencak silat Militer, sebagai sebuah langkah nyata bagi bangsa. Kedepannya untuk terus dapat bekerja sama dalam pengembangan Pencak Silat Militer,” paparnya.

Di tempat yang sama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han), mengatakan, hari ini telah disepakati untuk bekerjasama membangun IPSI ke depan khususnya Pencak Silat.

“Budaya-budaya kita punya tradisi yang sangat erat kaitannya dengan bela begara, dimana masing-masing suku punya tari perang dari dulu,” terang Pangdam.

Dilanjutkannya, pencak silat sudah mulai diakui menjadi budaya dari berbagai negara tetangga kita. Oleh sebab itu, upaya IPSI Jawa Barat dalam rangka menerobos untuk mengenalkan kepada mata dunia Interbasional bahwa pencak silat merupakan tradisi budaya asal bangsa Indonesia.

“Ini adalah upaya-upaya yang sangat luar biasa dan bagus sekali untuk bisa diakui oleh UNISCO. Saya yakin, upaya dalam rangka memperjuangkan pencak silat sebagai hasanah budaya bangsa Indonesia asalnya budaya bangsa Indonesia, pasti bisa diwujudkan dan bisa diterima oleh UNISCO dengan tambahan beban persyaratan lain terkait dengan masalah penyebar luasan pencak silat ini diberbagai negara nantinya,” tegasnya.

Ditambahkannya, pihaknya ke depan harus fleksibel menerima dan mengadopsi dari ilmu-ilmu bela diri dari luar tidak masalah, yang dimiliki oleh beberapa negara lain.

Pangdam menilai pencak silat adalah bagian dari olah raga yang menyehatkan badan, dari budaya-budaya kita yang sangat besar ini sekaligus dalam rangka membekali diri, kehormatan apabila diganggu.

“Dari landasan tersebut, saya mencoba mencari kemampuan- kemampuan dari kearipan lokal yang ada di Indonesia untuk membekali prajurit-prajurit. Karena prajurit-prajurit TNI memang dia disiapkan sebagai pagar Nusa Bangda dan Negara,” tuturnya.

Ditegaskannya, TNI harus kuat. Dan untuk bisa kuat tetap harus diisi dengan kemampuan profesionalisme dan disegani oleh lawan, dan disegani oleh kawan sendiri. Selain itu, dalam memberikan suatu kepelatihan kita harus bisa menemukan satu metode yang tepat dan metode yang cepat untuk melatih secara benar.

“Biarkanlah TNI yang ke depan karena tugas dan tanggung jawab, rakyat sebagai tenaga cadangan yang siap membantu dan mendukung yang kita untuk memperjuangkan bangsa ini dengan tidak harus dengan cara-cara Militer,” harapnya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.