Disparbud Jabar Usulkan Tagline “Smilling West Java” Dengan Pendekatan Konsep 3 A

4 Februari 2019 / 17:55 Dibaca sebanyak: 194 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Keindahan dan kemolekan alam provinsi Jawa Barat memiliki nilai daya tarik dan nilai jual bagi wisatawan lokal, regional maupun mancanegara termasuk para pelaku usaha kepariwisataan. Untuk itu, tagline tepat adalah “Smilling West Java”, sebab bumi Jawa Barat diciptakan saat Tuhan tersenyum.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar mengusulkan tagline itu karena sektor pariwisata Jawa Barat dinilai sangatlah bagus dan bahkan seluruh Kabupaten/kota memiliki potensi kepariwisataan.

“Namun, kita selaku orang sunda tentunya harus tersenyum ke customer, kita harus melihat customer veliew, yakni turunan dari customer benefit,” terang Kadisparbud Jabar, Dr. H. Dedi Taufik Kurahman, M.Si, di Gedung Sate, Senin (3/01).

Menurut Dedi, dalam mengembangkan dan menjual kepariwisataan Jabar harus ada tiga pendekatan yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Aminities atau diterapkan konsep 3A. Selanjutnya konsep itu akan dikombinasikan dan dikolaborasikan antara satu dengan yang lain.

Dijelaskannya, pendekatan atraksi yakni memberikan daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke DTW (Daerah Tujuan Wisata) agar memberikan kesan kesenangan karena berisi penghiburan dengan menampilkan seni budaya bernuansa lokal yang mencirikan adat istiadat daerah masing-masing.

Namun, sambungnya, atraksinya harus dikemas dengan penuh kreatif dan inovasi budaya setempat, sehingga mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan.

Sedangkan aksesibilitas merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kepariwisataan karena aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi berdasar faktor jarak dan waktu sangat mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata. Disamping jarak dan ketersediaan sarana-prasarana transportasi ke daerah tujuan wisata (DTW) sangat penting.

Adapun aminities adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu DTW seperti hotel, motel, penginapan, restoran, cafe, shopping center, souvenir shop.

“Jika wisatawan merasakan kenikmatan masuk di Jawa Barat, tentunya orang itu akan membelanjakan uangnya ke kita, sehingga dapat customer cost. Dan para pelaku usaha pariwisata inilah yang memberikan pelayanan bagi wisatawan saat berkunjung di suatu DTW,” ujarnya.

Untuk itu, ketiga pendekatan ini harus dibenahi secara menyeluruh agar semua potesi kepariwisataan kabupaten/kota di Jabar memiliki daya saing dan nilai jual.

“Tentunya harus merujuk pada Perda no 12 tahun 2012 tentang pertumbuhan ekonomi metropolitan atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” paparnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini hampir semua kabupaten/kota sudah memiliki ikon-ikon kepariwisataan dan harus tetap terjaga dan terpelihara. Namun ia berjanji bagi daerah yang belum memiliki ikon tentunya akan kita ciptakan.

“Lokomotif Jawa Barat yaitu Pariwisata, sehingga infrastruktur yang lain harus menopang terhadap pariwisata Jawa Barat,” tandasnya.

Sementara itu, mantan Kadisparbud Jabar Dra. Hj. Ida Hernida, M.Si mengatakan, selama ini Disparbud Jabar terus berupaya menciptakan berbagai program inovasi yang kreatif untuk menarik wisatawan masuk DTW. Bahkan agenda kepariwisataan yang dirancang Disparbud Jabar bekerjasama dengan Disparbud Kab/kota se-Jabar setiap bulan ada kegiatan kepariwisataan.

“Kita juga memberikan ruang dan tempat ekpresi bagi para pelaku seniman dan budayawan, namun berhubung masih kurangnya sarana prasarana seni budaya sehingga sampai saat ini kita belum mampu memberikan tempat ekpresi bagi para pelaku seniman dan budayawan, setiap minggu,” akunya.

Tak lupa, Ida juga berpesan kepada Kadisparbud Jabar baru agar terus mengembangkan kepariwisataan Jabar. Termasuk kepada seluruh jajaran Disparbud Jabar untuk tetap kompak dalam menjalankan tupoksi Disparbud Jabar.

“Saat satu orang dicubit dan sakit, semua harus merasakan sakit yang sama. Dengan begitu akan terjaga sinergitas dan kekompakan,” pungkasnya. (Ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.