Haerudin: Peranan Penerus Bangsa Yakni Tetap Jaga Keutuhan NKRI

5 Februari 2019 / 01:41 Dibaca sebanyak: 303 kali Tulis komentar

TASIKMALAYA, LJ – Menanamkan kesadaran sejarah bagi generasi muda harus lebih dari sekedar retorika. Dan membangun kesadaran sejarah bagi generasi muda harus dimulai dari hulu ke hilir yaitu input yang akan menjadi guru sejarah. Baik proses pendidikan mereka, kurikulum, maupun sistem evaluasi yang tepat.

“Pembelajaran sejarah harus merupakan proses yang mempunyai makna bagi generasi muda. Dan itu bukan sekedar menghapal angka tahun dan peristiwa saja. Tetapi lebih dari itu mereka memiliki keterikatan dengan masa lalunya untuk diambil pelajarannya di masa depan. Maka dari sanalah muncul kesadaran sejarah bagi anak-anak muda calon pemimpin bangsa,” tegas anggota MPR RI, Haerudin, S. Ag., MH dalam pemaparannya saat acara sosialisasi empat pilar diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang berlangsung di halaman Pesantren Arrosifah Desa Lingga Wangi Kecamatan Leuwi Sari Kabupaten Tasikmalaya, Senin (04/2/2019).

Menurut politisi Fraksi PAN ini, kesadaran sajarah akan hadir saat generasi terbangun dan membutuhkan energi sejarah untuk dijadikan cermin dalam menata langkah bangsa ke depan.

“Seperti yang acapkali dilontarkan bapak bangsa pertama, Bung Karno. Kita jangan sekali–sekali melupakan sejarah. Melihat masa lalu bukan berarti kemunduran atau ketidakberanian untuk menapaki masa depan. Namun masa lalu harus kita pandang sebagai lintasan waktu dan kejadian yang memberikan pelajaran sekaligus cermin sejauh mana sejarah yang ingin kita wujudkan ke depan agar lebih baik dari masa sebelumnya,” tegas legislator dari Dapil Jabar XI ini.

Selain dihadiri ratusan jama’ah serta para santri perwakilan dari beberapa pesantren wilayah Kecamatan Leuwisari, acara sosialisasi tampak dihadiri pula tamu undangan dari Padepokan Lebak Galunggung, Kang Jeri bersama pengurus lainnya, dari BKC (Bandung Karate Club), Enjang Salim Mustopa yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, serta tokoh masyarakat, KH. E. Suganda.

Ditegaskan Haerudin, kelanjutan dan peranan sebagai para penerus bangsa yakni harus tetap menjaga keutuhan Republik Indonesia. Dan ia menilai sikap itu harus disesuaikan dengan sikap keseharian masing-masing.

“Sikap bagi kita sebagai penerus adalah untuk terus menjaga keutuhan bangsa menurut peranan masing-masing. Seperti halnya, jika para santri menjaga keutuhan NKRI, maka harus mencerminkan sikapnya sebagai santri. Begitu pula jika para budayawan atau seniman dalam menjaga keutuhan NKRI, perbuat dengan sikapnya sebagai seorang budayawan atau seniman,” terangnya.

Maka demikian, sambungnya, jika hal tersebut terbentuk maka segala elemen yang ada di masyarakat akan saling memperkuat dan membentuk terwujudnya keutuhan bangsa.

“Sebagai mana para pahlawan mendirikan negeri ini dari segala bentuk perbedaan yang mampu disatukan untuk mencapai kemerdekaanya,” pungkasnya yang kembali tercatat sebagai calon legislatif dari dapil yang sama. (San/Dry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.