Disdik Jabar Akan Optimalkan Tripusat Pendidikan

26 Maret 2019 / 17:58 Dibaca sebanyak: 5 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Korupsi akan melemahkan daya saing manusia, dan secara menggurita akan menurunkan tingkat kompetitif manusia. Pun korupsi tak ubahnya seperti penyakit kanker. Jika tidak ditangani, penyakit tersebut menjadi semakin liar dan ganas.

Maka dari itu, dihimbau agar perilaku antikorupsi mampu diterapkan sejak dini kepada anak-anak.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika memberi paparan dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Anti Korupsi di Provinsi Jawa Barat, di Gedung Dewi Sartika, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Selasa (26/3/2019).

Demikian dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, pada Rapat Koordinasi Pendidikan Antikorupsi di Jawa Barat di Aula Dewi Sartika Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa (26/3).

Ia pun menyambut baik program pendidikan antikorupsi yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Ike biasa disapa, perilaku korupsi akan memberi dampak buruk bagi kelangsungan hidup seseorang.

Rencananya, implementasi pendidikan antikorupsi akan diterapkan melalui manajemen berbasis sekolah, yang penyelenggaraannya dilaksanakan melalui kegiatan intrakulikuler (mata pelajaran), kokulikuler, dan ekstrakulikuler secara kreatif dan terpadu. Disamping juga, pihaknya akan mengoptimalkan tripusat pendidikan meliputi sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Rapat sendiri dihadiri oleh Kepala Bidang PSMA, PSMK, PKLK, GTK, Kepala UPTD Tikomdik dan Kepala Cabang Dinas Wilayah I-XIII tersebut membahas kebijakan yang mewajibkan pembelajaran yang memuat insersi nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya antikorupsi di kurikulum setiap jenjang pendidikan. Piloting Program Pendidikan Antikorupsi (PAK) jenjang Dikdasmen berada di Provinsi Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua Barat dengan 420 guru mata pelajaran PPKn yang telah mendapatkan paparan Disemninasi. (Ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.