Disparbud Jabar Kembali Fungsikan Ruang-ruang Publik

1 Maret 2019 / 12:46 Dibaca sebanyak: 35 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Ada beberapa ruang publik di lingkungan gedung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Propinsi Jawa Barat yang sejauh ini kurang berfungsi akan kembali diaktifkan lagi.

Menurut Kepala Subag Kepegawaian dan Umum (Kepegum) Dinas Pariwisasta dan Kebudayaan Jabar, Asep Muliana pengaktifan ruang publik tersebut diantaranya GaleriKita dan panggung pakalangan seni, serta ruang sayap kiri yang kini digunakan tempat Touris Information Center (TIC) dan Kedai Pesona Kopi.

Dijelaskan Asep, dikarenakan Gedung Disparbud Jabar termasuk bangunan cagar budaya maka sebelum proses dilaksanakannya renovasi pihak Disparbud Jabar akan segera berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini pihak Bandung Heritage.

“Kita ingin dalam proses renovasi ini tidak sampai merubah apalagi merusak cagar budaya. Kami tetap akan mempertahankan nilai-nilai heritage dari gedung tersebut,” kata Asep dalam keterangan persnya yang diterima Lintasjabar.com hari ini.

Dengan difungsikannya kembali GaleriKita sebagai ruang publik, Asep berharap ruang tersebut ke depan bisa digunakan sebagai ruang pameran seni, ekonomi kreatif maupun kegiatan seni lainnya bahkan bisa dijadikan ruang diskusi kaum milenial.

Selain itu, ruangan humas dalam perencanaannya pun akan ditata dan dijadikan sebagai ruang informasi Tourist Information Center (TIC) pariwisata dan kebudayaan Jabar bagi masyarakat maupun wisatawan.

Guna menambah daya tarik para pengunjung dan wisatawan yang hendak berkunjung mencari informasi terkait pariwisata Jabar, disediakan pula ditempat yang sama Kedai Pesona Kopi diharapkan agar dapat memberikan kenyamanan dan lebih santai.

Untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan, pada samping ruang TIC ditempatkan juga Kedai Pesona Kopi sebagai daya tarik. TIC sendiri adalah layanan satu atap kepariwisataan, sebagai pusat informasi kepariwisataan juga bagian dari pemasaran pariwisata Jawa Barat terlengkap dan terbaik di Indonesia.

Tidak hanya informasi kepariwisataan yang akan didapatkan tetapi masyarakat dan wisatawan juga dapat menikmati agenda-agenda serta informasi lainnya terkait pentas budaya, seni, kuliner serta kerajinan khas.

Ditambahkannya, adanya Kedai Pesona Kopi diakuinya hanya sebagai bagian dari pelayanan dan trik agar memberikan rasa ketertarikan masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung dengan tetap menonjolkan fungsi TIC sebagai prioritas.

“Kita tetap mengedepankan fungsi TIC-nya, bukan kedai kopinya. Kedai kopi hanya daya tarik saja dan pelayanan saja,” tandasnya seraya mengakui yang dilakukannya ini baru percobaan dan akan terus dievaluasi. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.