Pemprov Jabar Berkomitmen Tingkatkan Akses Pendidikan Semakin Luas

23 Maret 2019 / 19:56 Dibaca sebanyak: 4 kali Tulis komentar

GARUT, LJ – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen terus meningkatkan akses pendidikan agar semakin luas. Tidak hanya di satu tingkatan pendidikan, namun di semua level atau jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK. Untuk itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar lokasi sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK ada dalam satu gedung atau satu lokasi.

Ridwan Kamil menambahkan, pihaknya memohon izin untuk mengajukan gagasan tersebut. “kami ingin membangun, misalkan kami membangun SMP di atas bangunan SD atau bangunan SMA di atas bangunan SMP, sehingga lulus SMP tidak harus sibuk PPDB ke mana-mana lagi, cukup dilanjutkan bagi yang ingin melanjutkan,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam sambutannya saat menghadiri acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy di Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu sore, (23/3/2019).

Menurut Emil, hal tersebut perlu dilakukan karena ada penyusutan jumlah sekolah dan peserta didik di level SMP dan SMA/SMK. Sementara di sisi lain, pemerintah dituntut untuk terus meningkatkan pemerataan pendidikan.

Lebih lanjut Emil mengatakan, Ada gagasan yang sedang Pemerintah eksperimenkan. “Mohon dukungannya juga. Misalkan jumlah SD sekitar 19 ribuan se-Jawa Barat. Dari 19 ribu yang masuk SMP tinggal lima ribuan, kemudian SMA-nya tinggal 1.500-an. Jadi makin hari makin menyusut,” ujar Emil.

Emil menambahkan, Pemerintah juga dituntut pemerataan pendidikan. Dalam teori pembangunan tidak sederhana membeli lahan, membangun konstruksi, apalagi daerah perkotaan mahal sekali. “Padahal sekolah-sekolah swasta itu SD-nya di situ, bangunan SMP-nya di situ, SMA/SMK-nya di situ,” katanya.

Gubernur Jawa Barat mengatakan, bahwa untuk mewujudkan gagasan tersebut ada kendala teknis. Di mana, jenjang SD dan SMP ada dalam kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sementara jenjang SMA/SMK dalam kewenangan pemerintah daerah Provinsi.

Emil menambahkan, ini adalah urusan dunia, tidak sekaku itu dalam pandangan dirinya sebagai pemimpin di wilayah Jawa Barat. “Sehingga kami bisa menjamin akses pendidikan yang sekarang ini bisa semakin luas, sehingga orang yang konsep, Pak Menteri (Mendikbud) yaitu zonasi itu, agak repot kalau sudah masuk ke SMA/SMK karena semakin sedikit dan semakin jauh,” tuturnya.

Mendikbud Muhadjir Effendy menyambut baik usulan Gubernur Emil. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, bahwa saat ini urusan pendidikan terbagi dalam kewenangan pemerintah pusat untuk pendidikan tinggi, pemerintah daerah provinsi untuk jenjang SMA/SMK atau sederajat, dan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk jenjang SD dan SMP atau sederajat. (Red/San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.