Cegah Keberadaan Kasus, bank bjb syariah Terapkan CGC

12 April 2019 / 13:12 Dibaca sebanyak: 1383 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – Penyelewengan kewenangan oleh pejabat berwenang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Karena itu, tindak korupsi maupun pungutan liar yang berpotensi terjadi di berbagai institusi, termasuk perbankan, harus dicegah.

Kasus pungli atau korupsi, baik yang dilakukan secara sengaja atau dipicu maladministrasi, harus dicegah demi kepentingan publik. Kasus semacam ini bisa menimpa berbagai pihak, tak terkecuali perbankan sebagai institusi keuangan yang memiliki banyak nasabah.
Untuk bisa mencegah praktik merugikan tersebut, diperlukan sebuah instrumen khusus. Salah satu instrumen yang bisa jadi andalan untuk dipergunakan adalah prinsip tata kelola yang baik alias Good Corporate Governance (GCG).

bank bjb syariah sebagai BPD syariah pertama di Indonesia telah menerapkan prinsip tersebut sejak lama. Secara sederhana, GCG ialah sistem pengendalian internal lembaga yang bertujuan menjamin keseimbangan sekaligus menghindari kemungkinan terjadinya penyelewengan.

Pada praktiknya, GCG ini dijalankan melalui lima prinsip dasar, yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness (TARIF) yang telah disepakati oleh seluruh dewan komisaris, direksi dan pegawai.

Secara operasional, bank bjb syariah ikut menerapkan prinsip GCG ini dalam menjalankan usaha mereka dalam upaya pencegahan korupsi via kebijakan antikorupsi.

Kebijakan antikorupsi ini terdiri dari prosedur dan program dalam mengatasi tindak pengendapan, balas jasa atau suap dan gratifikasi di bank bjb syariah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.