TGB Pesan Berikan Narasi-narasi Mendinginkan Suhu Politik

11 April 2019 / 16:31 Dibaca sebanyak: 1303 kali Tulis komentar

BANDUNG, LJ – TGB Muhammad Zainul Majdi mengajak dan menghimbau kepada para ulama, ustadz dan kiyai serta para tokoh agama, hendaknya memberikan narasi-narasi yang mendinginkan suhu politik menjelang pencoblosan Pemilu Legislatitif dan Pemilu Presiden pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu ia sampaikan dalam acara jumpa pers One Day Training With TGB Zainul Majdi yang mengusung tema “Mewujudkan Islam Wasathiyah Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyah” di Bale Asri Pusda’i Jabar, Kamis (11/4/2019).

Menurut TGB, Pilpres 2019 merupakan pesta demokrasi dan kontestasi politik, untuk itu berbeda pilihan sah-sah saja. Namun hendaknya dalam memberikan narasi yang tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan, persatuan dan persatuan dalam menjaga keutuhan NKRI. 

“Kontestasi politik jangan saling menghancurkan dan ajang saling fitnah karena kita adalah bersaudara dan satu rumah besar bernama Indonesia”, tegas TGB.

Dalam beberapa hari menjelang pencoblosan, hendaknya materi-materi narasi yang perlu kita perbanyak hadirkan di tengah masyarakat, tentang betapa pentingnya mengutamakan persaudaraan di atas perbedaan pilihan calon presiden, calon partai atau calon legislatif.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2008-2018 ini menambahkan langkah pendinginan harus dilakukan karena ekspos terhadap Capres dan Cawapres juga sudah cukup masih dilakukan, dengan segala aspek, dan seluruh dimensinya.

TGB juga menhimbau kepada seluruh lapisan masayrakat hendaknya tidak mudah terpengaruh atas sebaran informasi yang sengaja disebar melalui media sosial.

“Kita harus cermat, teliti dan jangan begitu saja langsung di share ke orang lain. Lakukan tabayun atau ceck and receck terlebih dahulu, karena semala tahun politik ini, cukup banyak berita bohong/ hoax yang sengaja diproduksi dan sebar melalui media sosial oleh pihak tertentu. Untuk kita harus berani melawan Hoax,” tegas TGB.

Sementara itu, di tempat yang sama Ketua DKM Pusdai Jabar, K.H. Choirul Anam mengatakan diadakannya kegiatan ini dimaksudkan agar umat semakin memahami bahwa Islam itu rahmatan lil alamin, islam yang moderat, islam yang sangat toleran.

“Menjelang pemilihan presiden ini, seolah-olah, mau tidak mau, umat ini sudah terkotak-kotak, seharusnya konstelasi politik ini tidak akan merusak ukhuwah islamia, tidak akan merusak ukhuwan wathoniah,” katanya. 

Choirul Anam juga menghimbau dan mengajak warga Jabar pada khususnya , agar pada Rabu 17 April 2019, mendatang untuk menggunakan hak suaranya dan mendatangi ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya, agar partisipasi pemilih semakin meningkat. 

“Ayo kita datang ke TPS-TPS, tidak perlu takut karena aparat keamanan menjamin rasa aman, damai dan tenang kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak suaranya dalam melaksanakan pencoblosan 17 April 2019 mendatang,” ajaknya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.