
JAKARTA, LJ – Internasional Labour Organization (ILO), BetterWork Indonesia (BWI) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyelenggarakan Indonesia Business Forum sebagai event tahunan yang dihadiri puluhan buyers, stakeholder ketenagakerjaan, unsur tripartit nasional, akademisi, pengawas ketenagakerjaan jabar, serta unsur mediator industrial di Pullman Hotel Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Pada kesempatan itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan iklim di Jabar yang dinilainya sangat kondusif bagi perkembangan industri garmen dengan ditopang infrastruktur yang dimiliki serta akses transfortasi darat maupun udara seperti halnya Bandara Kertajati di Majalengka.
“Jabar memberikan ruang yang baik bagi buyers untuk pertumbuhan industri,” tuturnya.
Salah satu catatan penting IBF 2019 menurut Emil sapaan akrab gubernur perlu diberi ruang dialog yang lebih luas antara pengusaha dengan pekerja untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan pancasialis. Selain itu gubernur juga menitipkan pesan kepada vendor, supplier dan pabrik sebelum memutuskan relokasi agar terlebih dahulu berkomunikasi dengannya agar mendapatkan solusi yang terbaik bagi perkembangan perusahaan dan pekerjanya.
Di tempat yang sama, hal senada diungkapkan Kepala Disnakertrans, M. Ade Afriandi selama ini Pemdaprov Jabar terus berusaha membangun hubungan strategis dengan ILO, BWI dan buyers. Buyers sendiri, sambungnya merupakan pemegang brand ternama di dunia yang selama ini memegang perusahaan garmen di wilayah Jabar.

“Pertemuan buyers berskala internasional ini dirasa penting karena dihadiri oleh puluhan buyers. Bahkan vendor serta strategic supplier yang tergabung dalam ekosistem buyers,” jelasnya.
Adapun terkait pengumuman Upah Minimun Provinsi (UMP) tahun 2020 oleh Pemdaprov Jawa Barat menurutnya hal tersebut akan disampaikan langsung oleh gubernur tanggal 1 November 2019 (besok).
“UMP Jabar 2020 tersebut, nanti akan diumumkan langsung oleh Bapak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung,” ujar Ade Afriandi kepada awak media di sela-sela acara.
Disinggung terkait besaran UMP 2020, Ade menjelaskan besaran UMP dihitung berdasarkan hasil kajian yang melibatkan para pengusaha, pekerja dan pemerintah. Jadi, ditegaskan Ade, besaran UMP itu merupakan hasil kesepakatan bersama, untuk itu pemerintah berharap semua pihak dapat menerima dan memahami bersama.
Namun demikian, ia tidak menampik terkait kabar akan adanya kenaikan besaran UMP Jabar 2020 sebesar Rp.100.000,-.
“Tapi kalau melihat besarannya, kenaikan Rp100 ribu itu relatif. Ada yang bilang wajar, besar ataupun kecil. Tapi yang jelas kita tunggu saja pengumuman resmi dari gubernur,” tandasnya. (Ihsan)












