Daddy Rohanady Menyayangkan BIJB Kertajati Belum Berfungsi Sebagai Embarkasi Haji

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanandy kepada awak media di Ruang Komisi 4 DPRD Jabar, Jumat 19 Agustus 2022.

BANDUNG, LJ – Pemerintah didorong untuk segera melengkapi sarana penunjang Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati agar bandara kebanggaan warga Jawa Barat itu bisa segera difungsikan sebagai embarkasi haji.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady kepada awak media di Ruang Komisi 4 DPRD Jabar, Jumat 19 Agustus 2022.

Menurut legislator Fraksi Gerindra ini, sejak tahun 2020 silam Kemenag telah menetapkan BIJB Kertajati sebagai salah satu embarkasi haji.

“Namun sangat disayangkan kebijakan tersebut hingga kini belum juga terealisasi. Seharusnya, dengan kebijakan tersebut jemaah haji Jawa Barat yang awalnya berangkat ke Saudi dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, bisa terbang melalui BIJB Kertajati,” ketusnya.

Begitu pula saat kepulangan jamaah haji dari Saudi, mereka akan kembali mendarat di BIJB Kertajati.

Daddy menilai, penyebab tak jalannya kebijakan pemerintah banyak faktor. Dan salah satunya yakni belum lengkapnya fasilitas penunjang Bandara.

“Sebuah bandara berskala Internasional yang bisa digunakan untuk embarkasi haji itu tak cukup hanya punya hangar, landasan dan pemandu lalu lintas udara. Tetapi dibutuhkan ruang transit, asrama haji, hotel dan lain-lain,” katanya.

Namun kenyataannya, sambung Daddy, kondisi di lapangan bisa lihat sendiri seperti apa kelengkapan fasilitas penunjangnya.

Dibeberkan Daddy, saat ini Bandara Kertajati belum memiliki depot pengisian bahan bakar pesawat yang memadai untuk mendukung penerbangan internasional.

“Dari banyaknya faktor kekurangan itulah, sehingga Bandara Kertajati belum bisa dijadikan dan difungsikan sebagai embarkasi haji,” urai Daddy yang berasal dari Dapil 12 meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

Daddy pun menilai, hingga kini pemerintah pusat seolah tak sungguh-sungguh akan menjadikan Bandara Kertajati jadi sebuah bandara internasional yang representatif.

“Masalah utamanya Goodwill pemerintah pusat. Kalau mau, pemerintah pusat bisa menyelesaikan Kertajati lebih cepat dari Kualanamu (bandara internasional di Sumut). Atau setidaknya bareng sama bandara baru di Yogyakarta (Yogyakarta Internasional Airport),” jelasnya.

Belum lagi, kata Daddy, akses menuju Bandar Kertajati masih terbatas mengingat hingga kini Tol Cisumdawu belum juga kelar. Menurutnya, warga Jawa Barat dari arah Garut, Bandung, Tasikmalaya dan Ciamis enggan menggunakan Bandara Kertajati karena harus memutar dulu menggunakan Tol Cipali. Termasuk warga dari arah Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

“Kalau pembangunan Tol Cisumdawu selesai, orang dari arah bandung hanya membutuhkan sekira 1 jam lebih untuk bisa sampai di bandara,” ungkapnya.

“Tentu saja kita akan dorong terus,” tutupnya. (AdiPar)

Penulis: SanEditor: Zaen