
GARUT, LJ – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH hadir sebagai narasumber di acara Tazwiidu Fityanil Qur’an Attsaanii II (TAFIQ II) yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persis Jawa Barat di Pesantren Persis 76 Tarogong Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pembangunan No.1 Kel. Pataruman, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu, 4 Februari 2023.
TAFIQ II yang digelar selama 2 hari pada Sabtu dan Minggu 4-5 Februari 2023 merupakan program training formal kaderisasi Pemuda Persatuan Islam dengan mengusung tema “Membentuk kader jamiyah yang intelek, berjiwa pemimpin, berorientasi atsar kebaikan dan uswatun hasanah”.
Pada kesempatan tersebut, Arif Hamid Rahman sebagai legislator dari Fraksi Gerindra memaparkan peran penting organisasi dalam mencetak dan menghadirkan sistem atau program kaderisasi sebagai upaya mempersiapkan talenta-talenta kader sebagai pelanjut perjuangan dakwah maupun estafeta kepemimpinan.
Begitu pula menurutnya, setiap elemen bangsa yang berkepentingan memiliki tanggung jawab secara moril memberikan pendidikan politik yang sehat untuk masyarakat terlebih kaum generasi muda.
Sehingga dengan demikian, sambungnya, kaum muda tidak cepat apriori atau menutup diri terhadap politik yang berimplikasi pada perumusan penyelesaian persoalan bangsa.
“Pendidikan politik diharapkan melahirkan kader-kader penerus perjuangan bangsa, kader organisasi yang berwawasan luas dan peka terhadap situasi kondisi lingkungan dan kreatif dalam memenuhi tuntutan dan tantangan dalam membangun bangsa. Begitu pula kaum muda sejak dini harus sudah memahami kronik persoalan bangsa ini, sehingga mampu merumuskan gagasan atau ide yang mumpuni untuk menjawab tantangan kebangsaan ke depan yang semakin kompleks,” papar Arif yang juga anggota Komisi I DPRD Jabar.
Maka, ditegaskan Arif, setiap elemen bangsa harus bisa menggerakkan kaum muda untuk memberikan sedikit kontribusi dalam konteks membuka cakrawala pemikiran kaum muda dalam isu-isu kebangsaan, seperti politik, ekonomi, pendidikan, serta hukum dan HAM.

“TAFIQ II sebagai media pelatihan kaderisasi ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pergerakan kaum muda dalam menjaga daya kritis serta keberanian menyuarakan pendapat-pendapatnya mereka di ruang publik. Disamping itu, para peserta juga diharapkan dapat memperluas spektrum gerakan dakwahnya di daerahnya masing-masing sehingga akan makin memperkuat ruang partisipasi kaum muda dalam dinamika sosial politik, khususnya di wilayah Jawa Barat,” jelasnya.
Dikatakannya, Pemuda Persis sebagai organisasi kader yang kelak akan menjadi penerus perjuangan dakwah Persatuan Islam (Persis) tentu memerlukan sistem kaderisasi yang jelas dan terukur. Hal ini, lanjutnya, merupakan upaya meningkatkan kapasitas serta kualitas kader Pemuda Persis untuk siap memimpin maupun dipimpin dalam Jam’iyyah.
Begitu pula, kaderisasi yang sistematis ini sejalan dengan tujuannya yakni, terbentuknya kader Pemuda Persis yang mampu menjawab tantangan dan problematika jam’iyyah di tingkat lokal dan regional serta mampu memahami problematika umat di tingkat wilayah. Terbentuknya kader Pemuda Persis yang mampu memahami, melaksanakan dan medakwahkan nilai-nilai ajaran Islam yang sesuai dengan tuntunan Al-Our’an dan As-Sunnah.
Disamping juga, terbentuknya kader Pemuda Persis yang mampu berfikir dengan sistematis dan logis. Serta terbentuknya kader Pemuda Persis yang mempunyai kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan. (Red)












