Jajang Rohana Berharap Program Pedestrian dan Drainase Solusi Atasi Banjir di Lembang

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jajang Rohana, S. Pd.i saat meninjau program pedestrian dan drainase di kawasan Lembang tepatnya sekitar Pasar Panorama Kabupaten Subang. (Photo: istimewa)

BANDUNG, LJ – Banjir sejauh ini terjadi akibat luapan sungai karena tak kuat menampung debit air hujan dikarenakan intensitasnya yang tinggi sehingga meluap. Termasuk yang sering terjadi di kawasan Pasar Panorama Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jajang Rohana, S. Pd.I usai meninjau program pedestrian dan drainase di kawasan Lembang tepatnya sekitar Pasar Panorama Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 9 Juni 2023.

“Semoga dengan dilakukannya program ini tidak terjadi lagi banjir yang kerap terjadi terutama di sekitar Pasar Panorama Lembang,” harap legislator Fraksi PKS ini.

Menurutnya, jalur pedestrian adalah hak ruang bagi pejalan kaki, Jalur pedestrian atau trotoar merupakan kawasan jalan khusus pejalan kaki. Area ini dibangun untuk melindungi hak-hak pejalan kaki dari kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan utama.

“Karena tingginya volume kendaraan membuat para pejalan kaki rawan menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Sehingga dengan demikian diperlukan pembangunan infrastruktur berupa jalur pedestrian di bahu jalan untuk mencegah terjadinya lakalantas. Disamping itu, sambungnya, proyek pembangunan area khusus pejalan kaki ini juga harus mempertimbangkan sistem drainase yang digunakan di kawasan tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya banjir di badan jalan.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jajang Rohana, S. Pd.i saat meninjau program pedestrian dan drainase di kawasan Lembang tepatnya sekitar Pasar Panorama Kabupaten Subang. (Photo: istimewa)

Seperti diberitakan, program pedestrian dan drainase di kawasan Lembang sendiri merupakan solusi penanganan masalah banjir yang sudah mengemuka sejak setahun kemarin dengan menggunakan anggaran provinsi.

Adapun total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 100 miliar. Anggaran tersebut termasuk untuk penataan alun-alun, normalisasi drainase dan perbaikan trotoar di kawasan protokol Lembang karena menyangkut jalan provinsi.

Sebelumnya, normalisasi atau pengerukan saluran drainase di depan Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejauh ini ternyata tak berdampak signifikan untuk mengantisipasi banjir. Pasalnya, saat hujan deras turun, jalan raya depan Pasar Panorama masih kerap banjir akibat luapan air dari drainase.

Bukan hanya sampah dan lumpur yang dikeruk, saluran drainasenya juga sudah dibenahi dan yang rusak diganti. Tapi tetap saja karena hujan tinggi maka debit air naik sehingga meluap karena tidak tertampung di saluran air.

Bahkan kalau hujan deras terjadi dengan intensitas lama ketinggian air bisa lebih naik lagi. Akibatnya jalan dan trotoar juga tergenang, sehingga mengganggu arus kendaraan. Tidak jarang pengendara motor yang menerobos genangan air, motornya mogok.

Padahal, waktu itu lebih dari 80 truk berbagai jenis sampah bercampur sedimentasi berhasil dikeruk. Karenanya perlu ada pembenahan besar-besaran agar wilayah ini terbebas dari masalah banjir di samping kesadaran warga tidak membuang sampah ke saluran drainase.

Diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat, Rachmat Adang Syafaat, kawasan di depan Pasar Panorama Lembang selalu tergenang banjir jika hujan deras. Kondisi itu sangat ironis mengingat wilayah ini menjadi daerah kunjungan wisatawan.

“Tahun 2023 ini akan dilaksanakan penataan Lembang, jelas kalau sudah representatif Lembang akan tumbuh, termasuk pariwisatanya maju dan APBD juga akan meningkat,” kata Rachmat. (AdiPar)